Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

MPLS Digelar secara Virtual

Materi Khilafah di Madrasah Berubah

13 Juli 2020, 12: 01: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Perdana

KURIKULUM BARU: MTsN 3 Nganjuk termasuk salah satu madrasah yang akan menerapkan materi baru pada mapel PAI dan bahasa Arab sesuai aturan terbaru Kementerian Agama. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai hari ini. Puluhan ribu siswa baru di tingkat SD dan SMP akan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Hanya saja, karena siswa masih mengikuti pembelajaran dari rumah, MPLS juga dilakukan secara virtual.

Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Mokhamad Yasin mengatakan,   semua sekolah yang baru selesai menggelar penerimaan peserta didik baru (PPDB) wajib menggelar MPLS. Hanya saja, karena status darurat bencana Covid-19 di Nganjuk baru berakhir 31 Juli, Yasin meminta sekolah menyiapkan video profil sekolah.

“Isinya pengenalan sarana dan prasarana sekolah. Pengenalan pendidik dan tenaga kependidikan serta pengenalan kurikulum dan proses pembelajaran di sekolah,” ujar Yasin.

Video yang dibuat, tutur Yasin, harus bisa diunduh. Sehingga, siswa bisa melihatnya berulang-ulang tanpa perlu mengerluarkan biaya tambahan untuk kuota. “Sebelum nanti dilakukan pembelajaran harap dilakukan koordinasi dengan komite sekolah dan wali murid,” pinta Yasin.

Tak hanya MPLS, Yasin juga meminta sekolah membuat rencana pembelajaran. Tujuannya agar proses pembelajaran secara virtual nanti bisa berjalan dengan lancar. “Tugas kepala sekolah harus memastikan proses pembelajarannya berjalan dengan baik dan terukur,” terang Yasin.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan MPLS SMP, sejumlah wali murid menginisiasi pembuatan grup yang isinya adalah guru siswa. “Cara cepat untuk berkomunikasi adalah pakai grup WhatsApp,” kata Winarsih, kepala Sekolah SMPN 1 Nganjuk.

Sebelum masuk sekolah hari ini, video perkenalan untuk peserta didik baru yang bisa dilihat oleh orang tua siswa akan dikirim ke grup WhatsApp pada pagi hari. Video dibuat singkat dengan durasi tidak lebih dari tiga menit dan bisa diunduh di grup.

Sementara itu, tak hanya melakukan MPLS, pembelajaran di madrasah mulai tingkat madrasah ibtidaiyah (MI(, madrasah tsanawiyah (MTs), hingga madrasah aliyah (MA) melakukan perubahan kurikulum. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Nganjuk M. Khoirul Anam mengatakan, perubahan kurikulum terjadi di mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) dan bahasa Arab.

Menurutnya, perubahan kurikulum itu dilakukan karena Keputusan Menteri Agama No. 156/2014 tentang Kurikulum 2013 mapel PAI dan bahasa Arab di madrasah tidak berlaku lagi. “Jadi, yang tidak berlaku bukan mata pelajaran PAI dan bahasa Arab-nya,” ujar Khoirul.

Kurikulum di madrasah, lanjut Khoirul, diganti sesuai dengan Keputusan Menteri Agama No. 183/2019 tentang mapel PAI dan bahasa Arab di madrasah. Menurut Khoirul, kurikulum baru itu sebenarnya sudah jadi sejak lama. Tetapi, baru bisa diterapkan di tahun ajaran baru tahun ini. “Salah satu yang berubah pada mapel tersebut terkait materi tentang khilafah,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia