Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Suparman, Agen Koran Penerima Satyalancana Kebaktian Sosial

Rutin Donor Darah Bikin Semangat Kerja

12 Juli 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

RELAWAN: Suparman menunjukkan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 setelah lebih dari 100 kali donor darah.

RELAWAN: Suparman menunjukkan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 setelah lebih dari 100 kali donor darah. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/JPRK)

Share this          

Bagi sebagian orang, donor darah mungkin menakutkan. Namun tidak bagi Suparman. Ratusan kali, agen koran 55 tahun ini rutin donor di PMI.

Maman, sapaan akrabnya. Nama lengkapnya Suparman. Ia agen koran asal Kelurahan/Kecamatan Pare. Maman dikenal tak lelah untuk rutin donor darah. Intensitasnya, tiga bulan sekali secara sukarela datang ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri. Lokasinya di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Pare.

Kurang lebih tiga kilometer (km) dari kediamannya di Jalan Gajahmada, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Aksi kemanusiaan tersebut dilakukannya rutin pukul 08.00 pagi setelah selesai berjualan koran.

“Sudah satu tahun ini, sejak Agustus 2019 ke sana naik sepeda,” katanya ketika ditemui Jawa Pos Radar Kediri di kediamannya.

Memang satu tahun ini, Maman setiap hari keliling Pare dengan sepeda kayuh. Namun bukan satu tahun ini saja dia melakukan donor. Akan tetapi kegiatan tersebut sudah dilakukannya sejak tahun 1985.

Itu setelah Maman lulus SMA. Bahkan awal-awal ia mencoba melakukan donor, lima kali ditolak oleh PMI. “Setelah lulus SMA masih kurus,” akunya mengenang saat kali pertama ia mencoba donor darah.

Maman tak menyerah karena ditolak donor darah. Justru hal tersebut membuatnya untuk semangat melakukan olahraga dan pola hidup sehat. Apalagi, alasan kuat setelah donor darah bisa meningkatkan semangat kerja. Hal itu menjadi motivasinya. Termasuk bisa lebih sehat usai donor darah, itu juga jadi alasannya.

“Dengan donor darah bisa menambah semangat kerja. Dan itu terbukti,” tandas bapak tiga anak ini.

Di PMI, semua sudah hafal dengan Maman. Pria dengan golongan darah O itu juga menjadi salah satu pendonor termuda dengan jumlah terbanyak melakukan donor darah di wilayah Pare. “Terakhir ya pada 25 Juni kemarin, itu pengambilan darah ke-145,” ujarnya.

Selama ini, Maman mengaku, tak ada rasa takut tebersit di benaknya soal darahnya yang berkali-kali diambil itu. Justru Maman mengungkapkan bahwa donor darah ini sebagai amal dan ibadah yang tidak semua orang bisa melakukannya.

“Tidak ada rasa takut, yang penting bagi saya tetap sehat setelah donor,” aku pria yang dulu sebagai loper koran di kawasan Jembatan Merah, Kota Surabaya tersebut.

Beberapa kali Maman sempat ditolak. Itu karena tensi darahnya terlalu tinggi. Namun tak sampai seminggu, ia mampu mengatasinya. Sehingga masih bisa melaksanakan donor rutin tiga bulan sekali. Tak jarang sebelum donor Maman menjalani puasa dan mengurangi makan.

“Kadang ditolak, maka jadwalnya mundur. Terus berupaya menurunkan tensi darah. Dengan puasa itu tadi. Maksimal satu minggu lah bisa donor lagi,” papar Maman sembari tersenyum.

Ketulusan dan keikhlasan Maman untuk donor darah itupun mendapat penghargaan dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Maman tak menyangka saat itu ia mendapat penghargaan yang diserahkan langsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 2011 lalu. Penghargaan berupa Satyalancana kebaktian sosial tersebut karena jasa Maman yang telah lebih dari 100 kali donor darah di PMI.

“Jadi penghargaan ini awalnya tak ada angan-angan mendapatkan. Karena memang dari awal sudah ikhlas donor darah,” ungkap Maman. Penghargaan yang diberikan pun cukup istimewa, yakni cincin emas berlambang palang merah.

Maman mengajak generasi muda, khususnya di Pare bisa melanjutkan jejaknya. Dengan ikut berjasa dalam mendonorkan darah. Termasuk ia memiliki keinginan agen koran di Kediri bisa bersama-sama ikut menyumbangkan darahnya.

“Karena donor darah itu menyehatkan. Setelah donor itu semangat kerja juga meningkat,” pungkas Maman. (din/ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia