Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sekali Bertambah Langsung 13 Orang

Pasien Terpapar Korona dari Tetangga

12 Juli 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

tabel perkembangan korona

tabel perkembangan korona (dedi nurhamsyah- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kasus pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk belum tampak melandai. Terbaru, ada 13 warga dari beberapa kecamatan yang terpapar virus korona. Bahkan, dua orang di antaranya sudah meninggal dunia saat statusnya masih pasien dalam pengawasan (PDP). 

Hingga kemarin, jumlah pasien yang terkonfirmasi menjadi 132 orang dengan kasus kematian sebanyak 15 orang.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto, dua orang yang meninggal adalah pasien laki-laki usia 55 asal Baron dirawat di RSUD Kertosono. “Saat dibawa ke rumah sakit tidak sadarkan diri, meninggal pada Minggu (5/7),” katanya. Dokter Hendri juga menyampaikan sejauh ini belum diketahui kepada siapa saja pasien pernah kontak erat.

Pasien kedua yang meninggal adalah laki-laki usia 44 tahun asal Tanjunganom dirawat di RSUD Nganjuk.

Dia meninggal Jumat (9/7) setelah mengeluh sesak dan nyeri pada ulu hati. “Dia punya riwayat kerja di Sidoarjo,” ungkap dr Hendri. 

Sementara itu, belasan pasien lainnya adalah laki-laki usia 23 tahun asal Patianrowo. “Pasien sempat diobservasi di Surabaya setelah pulang dari Malaysia,” ungkapnya. Saat ini masih dirawat Surabaya. Lalu pasien perempuan usia 38 tahun asal Loceret. Dirawat di RS Bha­yangkara Nganjuk. Pasien punya keluhan batuk, pilek dan sakit tenggorokan. 

Kemudian pasien laki-laki usia 41 tahun asal Rejoso juga dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk punya keluhan batuk, panas, dan sesak. Selama ini, dia bekerja di Surabaya. Berikut­nya adalah pasien perempuan usia 30 tahun asal Wilangan dirawat di RSUD Nganjuk. Dia punya riwayat kontak dengan pasien 113. Pasien lainnya, laki-laki usia 20 tahun asal Wilangan dirawat RSUD Nganjuk yang sebelumnya bekerja di Surabaya. “Pasien ini, nyeri tenggorokan,” kata dr Hendri. 

Selanjutnya, perempuan usia 38 asal Patianrowo dirawat di RSUD Kertosono. Dia baru pulang dari Surabaya. Tidak hanya dirawat di RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono dan RS Bha­yang­kara, pasien terkonfirmasi juga mulai dirawat di RS Darurat Pu Sindok. “Ada tiga orang,” katanya. 

Yakni perempuan usia 52 tahun asal Nganjuk yang terkonfirmasi dengan suaminya di Surabaya dan laki-laki usia 58 tahun dan istrinya pasien 52 tahun asal Kertosono. 

Suami-istri ini terkonfirmasi setelah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi ke 82. Tidak hanya itu, pasien perempuan usia 61 tahun asal Kertosono yang juga tetangga dengan pasien terkonfirmasi 82 ikut tertular. 

“Kita juga dapat tambahan satu pasien yang dirawat di Surabaya tapi dia sudah sembuh,” ungkap dr Hendri. Pasien tersebut adalah laki-laki usia 24 tahun asal Wilangan yang selama ini dirawat di Surabaya. Pasien lainnya yang sembuh adalah perempuan usia 65 tahun asal Kertosono meru­pakan pasien terkonfirmasi ke-97. Total pasien sembuh saat ini sudah ada 43 orang. 

Selain data pasien terkonfirmasi positif, dr Hendri menyebutkan jumlah Pasien Dalam Pengawa­san (PDP) masih tetap 184 kasus, Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga tetap 108 kasus, lalu Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 2.692 kasus dan Orang Dalam Risiko (ODR) naik menjadi 46.773 orang.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia