Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Positif Korona, Pedagang Sayur Keliling Meninggal

11 Juli 2020, 13: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Korona (radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, angka kematian akibat virus korona di Kota Angin terus bertambah. Ini setelah seorang laki-laki berusia 58 tahun asal Kertosono, meninggal Kamis (2/7) lalu saat masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Status pedagang sayur keliling  baru terkonfirmasi kemarin setelah hasil tes swab keluar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, kematian pedagang sayur keliling asal Kertosono itu akan ditindaklanjuti oleh gugus tugas. “Kami akan lakukan tracing untuk mengetahui kontak pasien,” ujar Hendri.

Lebih lanjut Hendri menjelaskan, jika pasien tersebut kontak dengan pedagang di Pasar Kertosono, pihaknya akan melakukan rapid test terhadap pedagang yang melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi ke-119 itu.     

Hingga kemarin, Hendri mengaku belum bisa memastikan dimana saja penjual sayur keliling ini pernah beroperasi. Termasuk, apakah dia benar-benar berinteraksi dengan pedagang di Pasar Kertosono saat megambil sayuran. “Atau hanya menjual dagangan juragannya. Masih kami dalami,” lanjut Hendri.

Gugus tugas, jelas Hendri, masih menunggu data dari petugas di lapangan. Dia meminta para pedagang tidak perlu panik. Melainkan, tetap menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan saat bertransaksi. Termasuk, disiplin menggunakan masker.

Sementara itu, selain penambahan satu pasien positif Covid-19 yang meninggal, menurut Hendri kemarin juga ada penambahan dua PDP. Keduanya sudah di-rapid dan hasilnya sama-sama reaktif.

Pertama adalah pasien laki-laki berusia 42 asal Ngronggot yang dirawat di RS Bhayangkara. “Pasien ini punya keluhan batuk, sesak dan tidak memiliki riwayat berpergian kemana-mana,” terangnya.

Pasien kedua adalah perempuan usia 53 asal Loceret kini dirawat di RSUD Nganjuk. Dia punya keluhan batuk dan sesak napas. Pasien segera di-swab. “Total PDP saat ini menjadi 184 kasus,” urainya.

Tidak hanya PDP, orang dalam risiko (ODR) juga meningkat tajam menjadi 46.710 orang. Kemudian orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 2.641 orang. Adapun untuk orang dalam pemantauan (ODP) tetap 108 kasus.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia