Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tidur Lelap, Uang dan Perhiasan Puluhan Juta Raib

11 Juli 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Pencurian

Pencurian (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Rumah milik Niswatul Chasanah, 49, warga Kelurahan Werungotok, Kota Nganjuk dibobol maling pada Kamis (9/7) dini hari lalu. Uang senilai belasan juta rupiah dan perhiasan total puluhan juta rupiah berhasil dibawa kabur pencuri.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pencurian diperkirakan terjadi sebelum pukul 03.00 dini hari. Pasalnya, korban sudah bangun tidur sekitar pukul 03.30.

“Korban tidak langsung sadar rumahnya telah dibobol maling. Baru sekitar pukul 04.30 ia menyadari uang dan perhiasannya hilang,” ujar Roni kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Hal itu diketahui saat Niswatul yang baru bangun tidur membuka beberapa jendela di rumahnya agar mendapat angin segar. Selanjutnya, korban beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan salat Subuh.

Sekitar pukul 04.30, ia baru selesai salat di rumahnya sendiri. Kemudian, ia berniat untuk pergi belanja kebutuhan memasak sarapan. Praktis, ia pun mengambil uang yang ditaruhnya di dompet dan diletakkan di salah satu ruangan rumahnya.

Saat itulah awal mula Niswatul menyadari adanya kejanggalan. “Korban melihat dompet, surat, dan dokumen pribadi tidak ada lagi di tempat semula,” sambung Roni.

Tak hanya itu, uang tunai senilai Rp 11,5 juta dan berbagai macam perhiasannya telah raib pula. “Total nilai perhiasan yang hilang diperkirakan mencapai Rp 46,1 juta,” imbuh perwira dengan dua balok emas tersebut.

Sontak, perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tersebut bingung setengah mati. Ia refleks mencoba mencari barang-barang yang hilang tersebut ke seluruh area rumahnya. Namun, sayang, usahanya tersebut sia-sia.

Niswatul tetap tidak menemukan tas yang digunakannya untuk menyimpan perhiasan-perhiasan miliknya tersebut. Sadar telah menjadi korban pencurian, korban pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian pagi harinya.

Lebih jauh, Roni menyebut korps Bhayangkara langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara. Namun, ia tidak banyak berkomentar tentang hasil atau proses tersebut. “Masih dalam penyelidikan petugas,” tandas Roni.

Meskipun begitu, pria berkumis tipis tersebut menegaskan pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti (BB) untuk memudahkan penyelidikan. Salah satunya BB yang diamankan adalah dokumen dari perhiasan korban.

“Ada empat lembar fotokopi surat perhiasan tersebut yang kami amankan,” pungkas Roni.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia