Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Info Korona Kediri: Mengentak di Kelandaian

Sehari, Kota Tambah 12 Pasien Positif

11 Juli 2020, 12: 21: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MATIKAN VIRUS : Petugas dari BPBD Kota Kediri dengan menaiki motor roda tiga melakukan penyemprotan disinfektan di gerbang masuk Pasar Pahing kemarin.

MATIKAN VIRUS : Petugas dari BPBD Kota Kediri dengan menaiki motor roda tiga melakukan penyemprotan disinfektan di gerbang masuk Pasar Pahing kemarin. (IQBAL SYAHRONI - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kelandaian kasus korona di Kota Kediri mendapat entakan tajam kemarin. Dua belas orang dinyatakan positif Covid-19. Sembilan di antaranya berasal dari klaster persekutuan doa yang berlangsung di klinik El Shadai, Kaliombo. Sementara tiga lainnya hingga kemarin belum diketahui apakah tertular dari klaster yang sudah ada atau klaster baru.

Khusus yang tertular dari klaster El Shadai, mereka merupakan orang tanpa gejala (OTG). Seperti sebelumnya, meskipun OTG pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 tetap tak mau ambil risiko. Mereka akan menjalani isolasi di RS Kilisuci, rumah sakit yang memang dikhususkan untuk pasien OTG korona. Rencananya hari ini kesembilan orang tersebut bakal dibawa ke rumah sakit yang berada di Jalan Wachid Hasyim tersebut.

Menurut Wali Kota  Abdullah Abu Bakar, dalam siaran video di kanal medsos pribadi, sembilan orang tersebut berasal dari tiga kecamatan yang ada. Enam dari Kecamatan Kota, dua dari Kecamatan Pesantren, dan satu orang dari Kecamatan Mojoroto.

Dari Kecamatan Kota, penyumbang terbanyak adalah Kelurahan Kaliombo. Jumlahnya tiga pasien. Kemudian satu dari Kelurahan Jagalan, satu orang dari Kelurahan Ngadirejo, dan satu dari Kelurahan Banjaran. Sedangkan dari Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren ada dua pasien.

“Satu orang lagi dari Kelurahan Mojoroto,” sebut Abu Bakar.

Terkait klaster persekutuan doa ini, Wali Kota Abu kembali mengingatkan agar warganya benar-benar jujur dan disiplin. Mereka harus melaporkan setiap kegiatan yang akan dilakukan. Termasuk dalam hal beribadah.

Diberitakan sebelumnya, klaster ini muncul setelah ada ibadah persekutuan doa yang berlangsung di klinik kesehatan El Shadai. Kegiatan yang mengundang tokoh dari Jakarta ini berlangsung 19 Juni. Kasus ini diketahui setelah pasien positif ke-60 memeriksakan diri dan dinyatakan positif korona.

Fakta ini sempat mengagetkan. Sebab, untuk pelaksanaan ibadah tetap harus seizin dari GTPP-19. Terutama yang mendatangkan massa dan tokoh dari luar daerah seperti itu.

Sedangkan tiga pasien positif lain saat ini sudah dirawat di beberapa rumah sakit. Mereka merupakan orang yang menunjukkan gejala klinis korona. Karena itu memeriksakan diri ke rumah sakit. Tiga pasien tersebut kini dirawat di RS Bhayangkara dan RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan.

Dua pasien yang dirawat di RS Bhayangkara berasal dari Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren dan dari Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota. Sedangkan yang di RSM Ahmad Dahlan berasal dari Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto.

“Masih dilakukan tracing asal dari klaster mana ketiga pasien yang sudah dirawat ini,” ujar Juru Bicara GTPP Covid-19 dr Fauzan Adima.

Penambahan itu membuat jumlah pasien positif di Kota Kediri menjadi 77 orang. Lima puluh di antaranya sembuh dan satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mulai kemarin melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Pahing. “Mulai hari ini (kemarin, Red) sampai Minggu disemproti terus,” ucap Kasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan Adi Sutrisno.

Pasar Pahing sendiri sudah ditutup sejak kemarin. Penutupan akan berlangsung hingga Minggu (13/7). Kebijakan itu menyusul dua pedagang yang juga suami istri yang terjangkit korona.

Menurut Adi, instansinya ditugasi melakukan penyemprotan di area pasar dan sekitarnya. Mulai dari pintu utama hingga ke tempat-tempat tersembunyi di dalam pasar.  

“Dilakukan bertahap. Hari ini 5 ribu liter dari luar pasar hingga di dalam pasar. Menggunakan (kendaraan) roda tiga.  Besok (hari ini, Red) masuk menggunakan semprotan dengan berjalan kaki dari lantai satu hingga lantai dua,” terang Adi.

Sementara itu, di kabupaten ada 5 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari dinyatakan sembuh. Kata Jubir GTPP dr Ahmad Chotib, kelimanya adalah pasien dari Klaster Pabrik Rokok Mustika. "Setelah dilakukan tindak lanjut swab test, pasien negatif dua kali berturut-turut," ujar Chotib.

Yang dinyatakan sembuh itu berasal dari 5 daerah berbeda-beda. Yakni 1 orang warga Desa Pule, Kecamatan Kandat. Kemudian 1 orang warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih. Selanjutnya ada juga warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih.

"Yang dua adalah warga Desa Banjarejo,  Kecamatan Ngadiluwih dan warga Desa Silir Kecamatan Wates," jelas Chotib.

Meski banyak yang dinyatakan sembuh, namun tadi malam masih ada orang yang dinyatakan positif Covid-19. Tambahan kasus terkonfirmasi positif korona itu adalah warga Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan yang saat ini melakukan isolasi mandiri. "Kasus ini merupakan Klaster Jakarta," ujarnya.

Dengan demikian, saat ini terdapat 264 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, dengan

rincian 172 orang dirawat, 76 orang sembuh dan 16 orang meninggal.

Sementara kasus terkonfirmasi positif yang menimpa satu keluarga asal Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo. Beberapa waktu yang lalu kata Chotib telah ada satu yang dinyatakan sembuh.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Kediri dari para tetangga, yang pertama kali terkonfirmasi positif di keluarga itu bekerja sebagai karyawan pabrik kecap yang berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Kemudian dia menulari anggota keluarga yang lain.  (syi/din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia