Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Rejoso Dilanda Gempa Berkekuatan 4 SR

11 Juli 2020, 13: 06: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

DETEKSI GEMPA: M. Chudori (kiri) menunjukkan cara kerja WRS yang ada di kantor BPBD Nganjuk, Rabu (1/7) lalu.

DETEKSI GEMPA: M. Chudori (kiri) menunjukkan cara kerja WRS yang ada di kantor BPBD Nganjuk, Rabu (1/7) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk-Gempa ringan melanda wilayah Rejoso dan sekitarnya kemarin pagi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4 skala richter (SR) itu terjadi pukul 09.08.

Sesuai rilis dari BMKG, gempa tersebut memiliki kedalaman 237 kilometer (km). Sehingga, gempa relatif tidak dirasakan oleh banyak orang. Begitu pula dengan efek atau dampak gempa yang tidak menimbulkan kerusakan sama sekali.

Kepala BMKG Sawahan M. Chudori membenarkan jika gempa tersebut awalnya tidak dirasakan secara langsung setelah terjadi. “Namun, satu-dua jam berselang ternyata ada satu orang yang mengaku merasakan. Tetapi ya satu orang itu saja,” ujarnya kepada koran ini kemarin.

Menurut keterangannya, gempa dengan magnitudo tersebut memang jarang dirasakan oleh masyarakat. Pasalnya, getarannya pun sangat kecil. Hampir seperti efek ada truk besar yang lewat saja. Terlebih, kedalaman atau pusat gempa juga sangat dalam. “Kalau kedalamannya rendah, akan lebih terasa. Namun, ini cukup dalam pusat gempanya,” tutur Chudori.

Berdasar kedalamannya, menurut Chudori gempa terjadi lantaran adanya pergerakan lempengan. Yakni lempeng Hindia-Australia. “Lempengnya ini menyusup di bawah lempeng Eurasia,” terangnya.

Pihaknya pun menegaskan, pergerakan lempeng yang terjadi bukanlah dari sesar Kendeng. Pasalnya, sesar Kendeng memiliki kedalaman yang lebih dangkal dari lempeng Eurasia. Terlebih lagi dengan lempeng Hindia-Australia. “Bukan, kalau sesar Kendeng bukan,” tandas pria kurus tersebut.

Lebih jauh, pihaknya berharap agar masyarakat tidak menanggapi atau khawatir secara berlebihan dengan adanya gempa kali ini. Menurutnya, hal ini merupakan aktivitas normal. Bahkan, gempa susulan atau semacamnya kemungkinan besar diprediksi tidak akan terjadi.

Meski tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan, pihaknya tetap berharap agar masyarakat dapat selalu waspada. Terutama, dapat belajar terkait penanganan gempa dan langkah evakuasinya sendiri. “Tidak perlu khawatir berlebih, namun tetap harus waspada,” pesannya.

Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Soekonjono membenarkan gempa tersebut tidak memiliki dampak sosial-masyarakat. “Tidak ada laporan dampaknya kepada kami. Baik secara material maupun manusia,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia