Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Enam Anak di Nganjuk Terpapar Korona

Bayi Covid-19 Belum Bisa Konsumsi ASI

10 Juli 2020, 15: 15: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Korona (Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jumlah pasien anak-anak yang tertular virus korona terus bertambah. Selama seminggu terakhir ada enam anak dan balita yang terpapar virus Covid-19. Dari enam anak tersebut, bayi berusia dua hari yang terdeteksi tertular Rabu (8/7) lalu jadi perhatian khusus tim RSUD Nganjuk.

Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Virus Korona RSUD Nganjuk dr Mei Budi Prasetyo SpP mengatakan, kasus penularan dari ibu ke anak yang baru dilahirkan ini perlu penelitian lebih lanjut. Pasalnya, selama ini belum ada pembuktian kasus penularan atau transmisi vertikal. “Neonatus dapat kena Covid-19 saat bernapas. Belum ada laporan tertular sejak dalam kandungan ibu yang terkonfirmasi,” ujar Mei.

Karenanya, Mei menganggap penularan terhadap bayi asal Baron tersebut mengejutkan. Sebab, belum pernah ada kasus serupa sebelumnya. Hingga saat ini, lanjut Mei, juga belum ada penelitian tentang adanya virus Covid-19 di ASI.

Dengan fakta tersebut, Mei memutuskan agar bayi tidak mendapat ASI dari ibunya yang juga positif korona. “Untuk sementara menggunakan susu formula,” lanjut Mei sembari menyebut selebihnya bayi itu mendapat perawatan seperti pasien Covid-19 lainnya.

Untuk diketahui, selain bayi berusia dua hari tersebut, ada lima pasien anak-anak lainnya yang ditemukan seminggu terakhir. Di antaranya, balita berusia satu tahun asal Tanjunganom.

Kemudian, anak laki-laki berusia satu tahun dan anak perempuan berusia enam tahun asal Kertosono. Selanjutnya, anak laki-laki berusia enam tahun asal Ngronggot. Terakhir, bayi berusia sembilan bulan asal Kertosono.

Selain menjadi ancaman bagi anak-anak, virus Covid-19 masih terus menjangkit warga Nganjuk. Kemarin ditemukan satu pasien terkonfirmasi positif baru. Yakni, perempuan berusia 25 tahun asal Kota Nganjuk. “Yang bersangkutan kontak dengan konfirmasi ke 90 dan kini dirawat di RSUD Nganjuk,” beber Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto.

Di luar penambahan satu pasien positif, Hendri menyebutkan kabar kesembuhan dua pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Nganjuk. Yaitu, perempuan berusia 17 tahun asal Ngronggot yang juga pasien terkonfirmasi ke-43. Serta, pasien laki-laki berusia 17 tahun asal Pace yang merupakan pasien terkonfirmasi ke-45. “Malam ini (tadi malam, Red) dalam proses penjemputan keluarganya,” jelas Hendri.

Dengan penambahan satu pasien dan kesembuhan dua pasien lainnya itu, total kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk kini sebanyak 118 orang. Sebanyak 42 pasien di antaranya sembuh, 12 orang meninggal, dan 64 lainnya dirawat di sejumlah rumah sakit.

Sementara itu, kemarin juga ada penambahan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak empat orang. Yaitu, laki-laki berusia 38 tahun asal Gondang yang kini dirawat di RSUD Nganjuk. “Pasien punya keluhan nyeri pada perut dan pernah berpergian dari Porong,” bebernya.

Lalu, pasien laki-laki berusia 50 tahun asal Sawahan kini yang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Yang bersangkutan punya keluhan batuk dan lemas. Saat di-rapid hasilnya nonreaktif. Begitu juga perempuan usia 63 asal Rejoso yang hasil rapid di RSUD Nganjuk juga nonreaktif. “Pasien Rejoso ini rujukan dari Bhayangkara,” imbuh Hendri.

Terakhir adalah laki-laki berusia 43 tahun dari Berbek yang kini dirawat di RSUD Nganjuk. Dia punya keluhan sesak, batuk dan rapid-nya reaktif. Dengan penambahan tersebut, total ada 108 kasus PDP, kemudian orang dalam pemantauan juga bertambah menjadi 108 kasus. Demikian juga orang tanpa gejala (OTG) jadi 2.598 kasus dan orang dalam risiko (ODR) naik menjadi 46.609 kasus.

 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia