Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Stok Minim, Harga Cabai Rawit Merangkak Naik

10 Juli 2020, 15: 08: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Cabe

PERLAHAN: Pedagang cabai rawit di Pasar Sukomoro tetap kebanjiran pembeli meski harga mulai naik kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Harga cabai rawit mulai merangkak naik selama seminggu terakhir. Jika sebelumnya harga cabai paling tinggi Rp 15 ribu per kilogram (kg), di Pasar Sukomoro kemarin sudah menyentuh harga Rp 17 ribu per kg.

Setiyoko, 30, salah satu pedagang cabai di Pasar Sukomoro menyebut, kenaikan harga cabai diprediksi masih akan terus terjadi. “Beberapa hari ke depan kemungkinan masih akan terus merangkak naik,” ujar pria berambut pendek itu ditemuk di lapaknya.

Terkait penyebab kenaikan harga cabai, menurut Setiyoko karena beberapa faktor. Salah satu yang utama adalah menipisnya stok atau produksi cabai rawit dari luar daerah yang minim. Praktis, cabai yang masuk ke Kota Angin pun ikut berkurang.

Bahkan, hampir semua cabai rawit di Pasar Sukomoro merupakan cabai kiriman dari petani dari lokal Nganjuk. “Cabai dari luar kota menipis. Sekarang cabai lokal dari wilayah Ngluyu yang dijual di sini,” tutur pemilik lapak Beta Cabai tersebut.

Selain stok barang yang memang menipis, pembeli juga lebih suka membeli cabai rawit yang masih segar. Sedangkan cabai rawit kering cenderung tidak dilirik oleh para penikmat rasa pedas itu. “Yang dicari yang kayak ini,” sambungnya sambil menunjukkan cabai kecil yang masih segar.

Lebih jauh, peningkatan harga tersebut diperkirakan Setiyoko juga dipicu akan kedatangan hari raya Idul Adha. Ia menduga bahwa sedikit-banyak momen hari raya juga jadi penyebab terkereknya harga.

Peningkatannya pun diprediksi akan terus terjadi seiring mendekatinya hari raya kurban pada akhir bulan ini. “Tentunya momen Idul Adha akan memicu kenaikan harga cabai juga,” tandas Setiyoko.

Sementara itu, cabai rawit yang merajai pasaran di sana tidak diikuti oleh saudara tuanya. Cabai besar di Pasar Sukomoro cenderung mengalami kekosongan stok.

Bahkan, di beberapa lapak pedagang di sana cukup susah ditemui adanya cabai merah besar diperjual-belikan. Begitu pula di lapak milik Setiyoko yang mayoritas hanya ada cabai kecil saja.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia