Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Disperindag Tunggu Hasil Swab Pedagang di Pasar Kertosono

09 Juli 2020, 12: 45: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasar

BELUM TERTIB: Sejumlah pedagang di Pasar Sukomoro tidak menggunakan masker saat berjualan dan berinteraksi dengan pembeli. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) menindaklanjuti kabar di lingkungan pedagang Pasar Kertosono yang menyebut ada rekan mereka positif Covid-19. Hasilnya, pedagang tersebut belum diketahui statusnya. Melainkan, baru dinyatakan reaktif dari hasil rapid test.

Kepala Disperindag Nganjuk Heni Rochtanti mengatakan, hingga kemarin Dinkes Nganjuk juga masih menunggu hasil tes swab pedagang di Pasar Kertosono. “Baru reaktif, tapi belum bisa dipastikan korona atau bukan,” tegasnya.

Begitu hasil dari dinkes keluar, Heni menyebut pihaknya akan menentukan langkah dan kebijakan ke depannya. “Kami juga menunggu hasil swab test keluar terlebih dahulu,” lanjut perempuan berkerudung tersebut.

Apapun hasil tes swab, tutur Heni, disperindag akan segera mengambil langkah untuk berkoordinasi dan rapat dengan tim terkait. Terutama, dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk.

Meski belum ada hasil resmi, apabila memang terbukti positif, menurut Heni kemungkinan penutupan Pasar Kertosono terbuka lebar. Hanya saja, untuk waktu dan durasinya, belum bisa ditentukan. “Bisa saja ditutup sementara waktu. Sembari kami lakukan langkah penanganannya,” jelas Heni.

Lebih jauh Heni mengungkapkan, saat ini pengelola pasar di sana telah rutin secara berkala membagikan masker dan menyemprotkan disinfektan. Hal itu dilakukan untuk menekan potensi penyebaran virus tersebut. “Tiap dua hari sekali,” timpalnya.

Tak hanya di Pasar Kertosono, kampanye penggunaan masker juga digalakkan di sejumlah pasar lain yang berada di bawah Pemkab Nganjuk.

Bahkan, tidak hanya mewajibkan masker untuk para pedagang saja. Namun, kepada pembeli dan semua pengunjung pasar lainnya juga.

Sayangnya, berdasarkan pantauan koran ini, beberapa pedagang dan pembeli terpantau masih belum sepenuhnya mengindahkan hal itu. Pasalnya, beberapa orang masih saja tidak menggunakan masker. Atau, menggunakan masker tetapi kurang tepat pemakaiannya.

“Kami sudah mengkampanyekan dan memberi sosialisasi terkait penggunaan masker. Beberapa memang ada yang mengerti, namun ada pula yang bandel tidak mengenakan masker,” aku Heni.

Terkait hal itu, Heni mengungkapkan disperindag akan terus mengkampanyekan protokol kesehatan tersebut. Termasuk menyiapkan fasilitas cuci tangan di setiap sudut pasar yang ada di Kota Angin.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia