Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Nekat Pulang, Tulari Keluarga

Balita Berusia Dua Hari Terinfeksi Covid-19

09 Juli 2020, 12: 43: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Korona (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penanganan Covid-19 di Surabaya agaknya layak dipertanyakan. Pasalnya, sepasang suami istri yang sudah dinyatakan positif terinfeksi korona bisa bebas pulang kampung ke Wilangan. Akibatnya, tiga anggota keluarganya langsung tertular virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, pasutri yang tinggal di Surabaya itu seharusnya menjalani isolasi di Kota Pahlawan. Pasalnya, mereka sudah dinyatakan positif korona sejak di Surabaya. “Kami tidak tahu bagaimana penanganan pasien di sana sampai suami istri positif ini bisa pulang ke Wilangan,” tutur Hendri.

Ironisnya, kepulangan pasangan muda ini pun membawa petaka pada tiga lansia yang ada di rumah. Yakni, ayah dan ibunya yang sama-sama berusia 51 tahun, serta kakek berusia 70 tahun yang tertular dan dinyatakan positif Covid-19.

Menindaklanjuti hasil tes swab tersebut, gugus tugas langsung mengevakuasi lima orang itu ke RSUD Nganjuk. “Mereka menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Nganjuk,” jelas Hendri.

Diakui Hendri, penularan melalui keluarga sekarang banyak ditemukan di Nganjuk. Kondisi itu pula yang membuat angka kasus korona terus naik. “Satu keluarga yang tertular bisa lima sampai enam orang. Paling sedikit menular ke dua orang anggota keluarga,” urainya.

Tidak hanya kontak fisik, ibu hamil yang positif juga bisa menularkan virus Covid-19 ini ke anak setelah melahirkan. Hal itu dipastikan setelah anak usia dua hari yang baru dilahirkan oleh ibu positif korona, akhirnya juga tertular. “Hasil swab bayi berusia dua hari itu juga positif Covid-19,” imbuh Hendri tentang anak dari pasien terkonfirmasi ke-97 asal Baron tersebut. 

Seperti halnya lima pasien asal Wilangan, menurut Hendri ibu dan bayinya saat ini juga masih menjalani perawatan intensif di RSUD Nganjuk. Selebihnya, ada pula laki-laki berusia 76 tahun asal Bagor yang tertular dari istrinya.

Kemudian, perempuan berusia 19 tahun asal Ngronggot yang terinfeksi setelah kontak fisik dengan dengan keponakannya. Dua orang tersebut sekarang juga dirawat di RSUD Nganjuk.

Adapun anak laki-laki berusia satu tahun asal Tanjunganom yang tertular dari ibunya, saat ini dirawat di RS Bhayangkara Kediri. Yang belum diketahui riwayat kontaknya adalah pasien laki-laki berusia 29 tahun asal Tanjunganom yang  diisolasi di RSUD Nganjuk. “Belum jelas terinfeksi dari mana. Dia juga tidak ada keterangan riwayat berpergian,” ungkap Hendri.

Di luar 10 pasien baru tersebut, ada satu pasien lagi yang terkonfirmasi positif korona. Yakni, pria berusia 53 tahun asal Tanjunganom. Yang bersangkutan sempat hendak pergi ke Sidoarjo. Tetapi, dia pingsan dan dibawa ke RSUD Nganjuk. “Pasien sudah meninggal 2 Juli lalu, tapi hasil swab-nya baru keluar hari ini (kemarin, Red) dan dinyatakan positif,” paparnya.

Dengan penambahan 11 pasien baru tersebut, menurut Hendri total kasus Covid-19 di Nganjuk mencapai 117 orang. Sebanyak 12 orang meninggal dunia. Kemudian, 40 pasien sembuh. Sedangkan 66 pasien lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Selain penambahan belasan pasien baru tersebut, pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya 179 orang berkurang satu setelah statusnya menjadi positif. Sehingga, total ada 178 PDP. Kemudian, orang dalam pemantauan (ODP) tetap 107 kasus.

Seperti sebelumnya, orang tanpa gejala (OTG)kembali bertambah menjadi 2.480 orang. Demikian juga orang dalam risiko (ODR) yang kemarin menjadi total 46.502 orang.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia