Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Wisatawan Sudah Berkunjung ke Roro Kuning

Pastikan Belum Buka sebelum New Normal

09 Juli 2020, 12: 36: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Roro Kuning

NEKAT: Sejumlah pengunjung berswafoto di area wisata Roro Kuning yang belum dibuka selama pandemi Covid-19. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

LOCERET, JP Radar Nganjuk-Sejumlah objek wisata di Kabupaten Nganjuk masih belum dibuka. Meski demikian, objek wisata Roro Kuning di Desa Bajulan, Loceret sudah mulai dikunjungi wisatawan. Mayoritas mereka merupakan warga luar Kabupaten Nganjuk.

Pantauan koran ini, belasan pengunjung terlihat bermain dan berswafoto di bawah air merambat Roro Kuning. Ironisnya, dari belasan pengunjung yang kemarin siang berada di sana, hanya sebagian kecil saja yang memakai masker.

Sebelumnya, mereka bisa masuk ke area wisata karena tidak ada penutupan di pintu masuk. “Ini tidak ada karcisnya? Berarti masuk gratis,” ucap salah pengunjung yang datang bersama rombongan merasa heran karena tidak dipungut biaya masuk.

Dari kendaraan yang digunakan, wisatawan ini sudah bisa ditebak berasal dari luar daerah. Mereka menggunakan mobil dengan plat S, AE, L hingga B. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, para pengunjung agaknya tidak khawatir. “Biasa saja,” tutur Anita, 35, pengunjung asal Madiun.

Lebih jauh Anita mengatakan, dirinya tidak akan masuk ke objek wisata tersebut jika ada larangan. Melihat tidak ada peringatan larangan di pintu masuk, Anita dan keluarganya pun langsung masuk ke lokasi Roro Kuning. “Sayang bangunannya masih rusak,” lanjut Anita.

Untuk diketahui, area wisata Roro Kuning memang terkena longsor dan banjir bandang pada Maret lalu. Akibat banyaknya material dari atas gunung yang masuk ke sana, sejumlah fasilitas di salah satu lokasi wisata andalan Nganjuk itu rusak.

Hingga minggu kedua Juli ini sejumlah titik lokasi wisata yang rusak belum diperbaiki. Demikian juga dengan material sisa banjir di aliran sungai di area Roro Kuning yang sebagian masih tersisa. 

Meski dalam kondisi rusak, rupanya area wisata Toto Kuning ini tiap hari sudah dikunjungi wisatawan. Meski jumlahnya tak sebanyak sebelum pandemi korona. Kunjungan paling ramai biasanya pada hari minggu.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk menegaskan, disparporabud belum membuka objek wisata Roro Kuning. Karenanya, dia menyayangkan ada pengunjung nekat masuk ke lokasi wisata yang belum resmi dibuka. “Belum ada wisata yang resmi dibuka,” jelasnya.

Salah satu patokan dibukanya objek wisata adalah masa darurat bencana Covid-19 yang akan berakhir hingga 31 Juli ini. Menurut Fadjar, masa darurat setiap daerah bisa berbeda-beda. Bisa dipercepat atau lebih panjang. Sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Keputusan masa darurat nantinya berdasar kajian bersama yang ditetapkan oleh Bupati Novi Rahman Hidhayat. Disparporabud, lanjut Fadjar, saat ini masih menunggu surat edaran (SE) terkait objek wisata mana saja yang bisa dibuka saat pra-new normal. “Nanti ada semacam surat keterangan kelayakan dibuka. Kalau belum dapat keterangan itu ya belum bisa dibuka,” lanjutnya.

Beberapa syarat untuk bisa dibuka kembali, di antaranya harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Termasuk, menyediakan sejumlah sarana pencegahan korona. Mulai alat cuci tangan dan sabun, hingga penyemprotan disinfektan secara rutin. “Harus dilengkapi,” tutur Fadjar sembari menyebut pihaknya akan mengecek penjagaan di Roro Kuning yang membuat pengunjung bisa masuk lokasi wisata.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia