Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pekerja Seni Mengadu ke Dewan

Empat Bulan Menganggur, Ingin Kembali Bekerja

09 Juli 2020, 10: 59: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Hearing

PERJUANGKAN NASIB: Jodik Sebul (kiri, depan) bersama puluhan anggota paguyuban seni budaya melakukan hearing di DPRD Nganjuk Senin (6/7). (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Puluhan pekerja seni yang tergabung dalam paguyuban seni dan budaya Nganjuk mendatangi gedung DPRD Senin (6/7). Mereka meminta agar dewan memfasilitasi keinginannya untuk bisa bekerja kembali.

Jodik Sebul, salah satu perwakilan pekerja seni menegaskan, kedatangan mereka ke DPRD Senin (6/7) untuk meminta agar mereka bisa bekerja seperti semula. “Kami ini sudah terlalu lama menganggur,” ujar pria yang kini aktif di kanal Youtube itu.

Dikatakan Jodik, para seniman dan budayawan yang kerap mengisi acara hajatan itu bingung. Sebab, selama empat bulan terakhir mereka tidak lagi memiliki pemasukan. Padahal, mereka punya keluarga yang harus tetap dipenuhi kebutuhannya.

Berbeda dengan jenis pekerjaan lain yang masih mendapat bantuan dari pemerintah, para pekerja seni ini hanya bisa melihat saja. Karenanya, mereka meminta agar pemerintah tak melarang aktivitas mereka. “Jangan larang hajatan warga,” lanjutnya.

Untuk diketahui, sebelum mengadu ke dewan, para pekerja seni ini sudah punya rencana ingin turun ke jalan. Namun keinginan itu gagal lantaran pertimbangan situasi yang tidak memungkinkan. Akhirnya, Jodik dan teman-temannya memutaskan untuk hearing dengan dewan. “Saya kira hearing hari ini hasilnya zonk, tadi disebut keputusan Rabu (8/4) ternyata masih Rabu minggu depan,” terangnya.

Jika sampai minggu depan tidak ada keputusan, mereka mengancam akan turun ke jalan. Setidaknya, saat ini jumlah pekerja seni di Nganjuk sudah ada ribuan orang. Semuanya kini menganggur karena tidak bisa bekerja lagi.

Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono yang ikut menerima para pekerja seni mengaku akan mengawal tuntutan mereka ke Pemkab Nganjuk. “Kami ingin pekerja seni ini juga mendapat perhatian,” terang Tatit.

Sebagai wakil rakyat, Tatit hanya menjembatani tuntutan warga ke Pemkab Nganjuk. “Tadi dijelaskan, pemkab segera mengeluarkan kebijakan khusus kaitannya dengan new normal. Ini nanti juga bersentuhan dengan para pekerja seni,” tegasnya tentang aktivitas orang-orang yang selama ini selalu di tempat keramaian itu.

Terpisah Wabup Marhaen Djumadi yang Senin (6/7) lalu ikut menemui para pekerja seni menjelaskan, yang dikhawatirkan oleh Pemkab Nganjuk adalah saat dilakukan pegelaran seni akan melibatkan banyak orang. Kondisi itu rawan terhadap penyebaran virus korona. “Kita tidak ingin kegiatan seni menjadi klaster penyebaran virus,” tegasnya.

Sesuai tahapan, masa darurat bencana virus korona ini akan diakhiri pada 31 Juli nanti. Setelah itu, ada tahapan persiapan menuju new normal. “Tadi dari Mas Bupati mengatakan, akan ada surat edaran sebelum new normal,” bebernya menyebut surat edaran itu akan jadi patokan pekerja seni agar bisa kembali bekerja.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia