Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

M. Sahrul Halim, Pencari Ikan Penemu Ratusan Butir Peluru Aktif

Ketakutan, Tubuh Mematung dan Kulit Merinding

09 Juli 2020, 10: 39: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Peluru

PRODUKTIF: M. Sahrul Halim mereparasi mesin motor di bengkel miliknya di Desa Cengkok, Ngronggot, minggu (5/7). Usai menemukan peluru pada Selasa (30/6) lalu, dia kembali ke aktivitas rutinnya. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Menyetrum ikan di sungai memang hobi lama Sahrul. Namun, pengalamannya mencari ikan pada Selasa (30/6) lalu sangat berbeda. Belum sempat mendapat ikan, dia justru menemukan ratusan butir peluru aktif.

ANDHIKA ATTAR, NGRONGGOT, JP Radar Nganjuk.

M. Sahrul Halim nampak sibuk di bengkel motor miliknya di Desa Cengkok, Ngronggot minggu (5/7) siang. Duduk di dingklik, ia sibuk mereparasi blok mesin di depannya. Tangan berlumur oli pun tak digubris olehnya.

Pria 42 tahun tersebut sehari-hari memang menjadi montir di bengkel miliknya sendiri. Sudah puluhan tahun pekerjaan tersebut digelutinya. Sejak ia masih remaja. Berkubang dalam tumpukan spare part sepeda motor sudah menjadi hal lumrah baginya. “Sejak tahun 1999 saya sudah mbengkel,” ujar Sahrul di sela matanya sibuk mencari obeng.

Saat penat berkutat dengan kuda besi, Sahrul melampiaskannya dengan mencari ikan. Sejak kecil, ia memang suka mencari ikan di sungai. Kebetulan, rumahnya juga tak begitu jauh dari Sungai Brantas. Hanya berbatasan dengan Desa Kelutan saja.

Namun, bukan memancing. Ia mengaku tidak cocok dengan cara tersebut. Terlalu lama berdiam diri membuatnya tidak nyaman. Satu set alat setrum ikan pun dimilikinya di rumah. “Bekalnya banyak kalau mancing. Saya lebih suka dengan setrum,” akunya.

Dia memang tidak melakoni aktivitas tersebut tiap hari. Melainkan hanya saat bengkelnya sepi atau sedang benar-benar penat. Pelariannya adalah dengan mencari ikan. Bisa refreshing, dapat uang pula dari penjualan ikan. Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui.

Namun, kebiasaannya mencari ikan tersebut terasa berbeda pada Selasa (30/6) lalu. Mencari ikan di Sungai Brantas Desa Kelutan, Ngronggot, Sahrul tidak hanya mendapatkan ikan semata. Benar-benar jauh dari bayangannya. Bahkan, sama sekali tak pernah terlintas di pikirannya.

Siang itu, Sahrul mencari ikan bersama dengan seorang rekannya. Sekitar 20 meter berjarak dari tepi, ia menemukan sebuah kardus mencurigakan. Kondisi kardusnya sudah mulai rusak terkena arus air. Bagian atasnya pun terbuka.

Ia mendekat. Matanya sontak terbelalak. Terpaku beberapa saat begitu melihat isi kardus. “Sekujur badan saya langsung merinding. Kulit tangan saya seperti parutan,” kenangnya.

Ratusan butir peluru laras panjang ada di dalam kardus tersebut. Berserakan begitu saja di dalam kardus. Ada pula sebuah magasin F16 di dalamnya. Sahrul baru saja mendapat pengalaman sekali seumur hidupnya. Yakni, melihat peluru secara langsung.

Refleks, ia langsung berteriak memanggil temannya yang juga sedang mencari ikan. Mereka memutuskan untuk melaporkan temuan ke pihak kepolisian. Dalam hal ini ke Polsek Ngronggot.

Sahrul sendiri yang bertekad mendatangi pihak berwajib. Sementara temannya menunggu di lokasi. Dalam benaknya, Sahrul mengaku sangat takut. Ia khawatir jika akan terlibat sesuatu masalah di kemudian hari akibat temuannya itu.

Namun, akal sehatnya berkata lain. Ia harus melaporkannya ke kepolisian agar tidak terjadi hal yang lebih buruk. “Saya khawatir kalau saya biarkan di sana, ada orang jahat yang menemukan. Nanti justru berbahaya,” sambung Sahrul.

Ia tidak ingin ratusan peluru tersebut jatuh ke tangan orang yang salah. Sahrul menilai kondisi tersebut akan lebih buruk lagi. Seperti film Spiderman, di mana tokoh utamanya melepaskan seorang penjahat yang akhirnya justru merenggut nyawa sang paman.

“Tiba-tiba saja terlintas adegan dalam film itu. Akhirnya saya putuskan untuk melapor saja. Biar ditangani pihak berwajib,” tuturnya bijak.

Meski masih merasa ngeri ketika mengingat moment penemuan peluru itu, Sahrul mengaku sudah cukup lega pihak kepolisian yang turun tangan. Setidaknya, peluru kini ada di tangan orang yang tepat. Disimpan di tempat yang aman.

Sahrul mengaku tidak berminat menunggu proses penghitungan butir peluru tersebut di Polsek Ngronggot. Ia memilih untuk menenangkan pikirannya. Ia mengira-ngira bahwa peluru yang ditemukannya ada sekitar 300 butir. “Tapi besoknya pas saya baca berita ternyata mencapai 500-an butir,” celetuknya sembari tersenyum.

Temuan itu sendiri kini disimpan dengan baik di Polres Nganjuk. Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan mendalam. “Jumlah totalnya ada 556 butir peluru. Statusnya aktif,” ujar Kasubbag Humas Polres Nganjuk kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Apa yang dilakukan Sahrul mungkin terlihat biasa saja. Namun, keputusannya sangatlah tepat. Melapor kepada pihak berwajib. Bukan untuk menjadi pahlawan kesiangan. Tetapi, satu kebaikan kecil dapat membuka banyak kebaikan lainnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia