Jumat, 07 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pastikan Bukan Milik Korps Baju Cokelat

09 Juli 2020, 10: 38: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Peluru

BARANG BUKTI: Polisi membeber ratusan butir peluru aktif yang ditemukan di aliran sungai Brantas Desa Kelutan, Ngronggot (30/6). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penemuan ratusan butir peluru aktif di aliran sungai Brantas Desa Kelutan, Ngronggot pada Selasa (30/6) lalu terus didalami Polres Nganjuk. Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, mereka memastikan peluru-peluru tersebut bukan jenis peluru yang biasa digunakan oleh anggota polisi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan. “Untuk pemiliknya kami belum bisa memastikan. Tetapi, yang pasti peluru tersebut tidak digunakan anggota Polri,” ujarnya kepada koran ini.

Dikatakan Nikolas, tim dari Polres Nganjuk masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap ratusan peluru tersebut. Karenanya, dia belum bisa mengungkapkan secara rinci hasilnya. “Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan,” aku perwira lulusan Akpol Semarang tersebut.

Meski demikian, jika melihat dari jenis amunisi yang ditemukan, Nikolas menduga ratusan butir peluru tersebut merupakan peluru lama. “Kalau melihat jenis pelurunya, kemungkinan digunakan pada masa kolonial atau waktu setelah kemerdekaan,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, total peluru yang ditemukan di aliran sungai Brantas Desa Kelutan, Ngronggot sebanyak 566 butir. Tidak hanya berisikan satu jenis peluru. Melainkan ada tiga jenis peluru di dalamnya. Antara lain amunisi Jungle sejumlah 144 butir, amunisi M193 kaliber 5,56 mm sebanyak 219 butir, dan amunisi 308 Winchester kaliber 7,62 mm sejumlah 203 butir.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, amunisi jenis Winchester tercatat bukan buatan dari dalam negeri. Melainkan buatan sebuah perusahaan persenjataan di Amerika Serikat. Peluru tersebut dibuat pada medio tahun 1950.

Ditanya terkait hal itu, Nikolas mengaku tidak ingin berspekulasi. Ia meminta agar masyarakat bersabar hingga hasil resmi telah dikeluarkan Polres Nganjuk. Pasalnya, ia tidak ingin terjadi kegaduhan di masyarakat.

Lebih jauh, pihaknya menegaskan akan terus mendalami dan menyelidiki kepemilikan ratusan peluru tersebut. Selain itu, Nikolas meyakinkan bahwa peluru-peluru tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian di Mapolres Nganjuk. “Yang pasti, ratusan peluru aktif tersebut dalam kondisi yang aman sekarang,” tandas pria yang hobi berolahraga tersebut.

Untuk diketahui, ratusan peluru aktif tersebut ditemukan tak sengaja oleh M. Sahrul Halim, 42, saat sedang mencari ikan di Sungai Brantas. Pria asal Desa Cengkok, Ngronggot tersebut menemukan peluru tak bertuan di dalam sebuah kardus.

“Di selatan jembatan Kelutan-Papar. Kemungkinan saja dibuang dari atas jembatan pada malam hari,” duga Sahrul saat ditemui oleh koran ini, minggu (5/7) siang.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia