Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Harga Hewan Kurban Merangkak Naik

Dispertan Rencana Rapid Test Pedagang Tenak

09 Juli 2020, 10: 11: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Hewan

MULAI MAHAL: Kamsani, 75, peternak sapi asal Prambon menunjukkan hewan peliharaannya yang menjelang Idul Adha harganya naik jutaan rupiah. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tiga minggu jelang perayaan Idul Adha, harga hewan kurban di Kota Angin mulai merangkak naik. Baik untuk sapi maupun kambing. Kenaikan diprediksi masih akan terus terjadi hingga mendekati hari H.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Judi Ernanto mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan tim untuk memantau terus pergerakan harga hewan kurban. Menurutnya, kenaikan harga hewan sudah terjadi sejak awal Juli lalu.

Dia mencontohkan, harga satu ekor sapi yang biasanya berkisar Rp 18 juta hingga Rp 19,5 juta kini tembus Rp 21 juta per ekor. Kenaikan juga terjadi untuk jenis kambing dan domba yang rata-rata terkerek sekitar Rp 500 ribu. “Harga domba yang biasanya Rp 2,5 juta sekarang Rp 3 juta,” ujar Judi memberi contoh.

Wabah virus korona yang terjadi sejak beberapa bulan lalu, menurut Judi tidak mempengaruhi harga hewan kurban. “Harga tahun ini sama dengan Idul Adha tahun lalu,” lanjutnya.

Kamsani, 75, salah satu peternak sapi asal Prambon, membenarkannya. Menurutnya, meski dalam kondisi pandemi harga hewan kurban tetap naik. Pada hari biasa, satu ekor sapi dibanderol Rp 20 juta per ekor. “Sekarang bisa tembus Rp 25 juta,” ungkap pria tua itu.

Sementara itu, semakin mendekati Idul Adha, menurut Judi dispertan tidak hanya memantau perkembangan harga saja. Melainkan mereka juga berupaya mencegah agar pasar hewan tidak jadi tempat penularan Covid-19.

Karenanya, menurut Judi dispertan berencana melakukan rapid test terhadap para pedagang hewan. “Kalau menjelang Idul Adha biasanya ramai. Jangan sampai jadi tempat penularan korona,” terangnya sembari menyebut para pedagang di pasar bisa saja datang dari berbagai daerah di Jatim.

Selain dilakukan rapid test, menurut Judi dispertan juga akan melakukan

penyemprotan disinfektan. Semua penjual hewan diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan.Mulai dari memakai masker hingga jaga jarak. “Semua harus patuh protokol kesehatan,” tegasnya.

Untuk memantau kondisi hewan, menurut Judi di pasar sudah ada dokter hewan yang akan memeriksa kesehatannya. Dari beberapa ras hewan, menurutnya yang perlu diwaspadai adalah sapi ras Bali. “Sebelum dijual di pasar, biasanya sapi asal Bali dikarantina di Banyuwangi,” urai Judi sembari menyebut dispertan rutin berkoordinasi dengan Pemprov Jatim.

Dengan koordinasi yang baik, dia optimistis hewan ternak yang dijual untuk Idul Adha nanti tetap aman. Dia juga meminta masyarakat tak khawatir saat membeli hewan kurban. “Virus korona tidak menular lewat hewan kurban,” imbuhnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia