Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Korban Penganiayaan Mukuh Meninggal Dunia

Pelaku Bisa Dihukum Berat

09 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korban Penganiayaan Mukuh Meninggal Dunia

(Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Pelaku penganiayaan di Desa Mukuh, Kecamatan Kayenkidul yang terjadi Jumat (3/7) harus bersiap menghadapi ancaman hukuman lebih berat. Penyebabnya salah satu korbannya meninggal dunia. Pasal penganiayaan berat yang dijeratkan sebelumnya kemungkinan besar bakal berubah. Berganti dengan pasal pembunuhan.

Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Pagu AKP Haryanto. Menurut sang kapolsek, pasal yang disangkakan pada pelaku bernama Didik Suprayitno, 37 kemungkinan bakal berubah. Menyesuaikan dengan kondisi terakhir korban.

Sebelumnya warga Desa Panjer, Kecamatan Plosoklaten itu dijerat pasal 351 ayat (1) mengenai penganiayaan ringan dan ayat (2) mengenai penganiayaan berat. Ancaman hukumannya paling lama lima tahun penjara.

“Karena korban ternyata Selasa kemarin dinyatakan meninggal dunia maka pasalnya diubah menjadi 351 ayat 3 tentang penganiyaan hingga meninggal dunia. Dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” ungkap Haryanto, kemarin (8/7).

Hanya saja, pengubahan pasal itu masih menunggu kelengkapan berkas. Seperti lampiran surat kematian. “Untuk pengubahan pasal ini masih menunggu berkas-berkasnya lengkap dulu,” kata Haryanto.

Sumardi, salah seorang korban penganiayaan Didik meninggal dunia Selasa (7/7) siang di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Sebelum meninggal korban sempat dirwat selama empat hari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Pagu, kematian Sumardi diperkirakan akibat benturan benda keras saat dia terjatuh. Benturan itu mengakibatkan Sumardi mengalami luka di bagian kepala. Mengakibatkan darah keluar dari mulut, hidung, dan telinganya.

“Hasil pemeriksaan kemarin kemungkinan saat terjatuh kepala belakang korban membentur beton. Yang mengakibatkan luka berat itu,” ungkap Haryanto.

Sebelumnya, kejadian penganiayaan ini terjadi Jumat (3/7) di Desa Mukuh. Didik menganiaya dua penjaga portal desa, Sumardi dan Iwan Yulianto, 36. Dua orang yang bertugas menjaga portal malam itu.

Pelaku melintas di jalan yang terportal sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasar keterangan polisi, pelaku juga terpengaruh minuman keras saat itu. Saat meminta portal dibuka Iwan turun dari mobilnya dan memukul Iwan hingga tersungkur. Sumardi yang datang untuk melerai juga dihajar hingga terpental ke tanah. Namun saat itu Iwan mengaku tak mengetahui dengan jelas apa yang terjadi dengan Sumardi. “Saya masih pusing waktu itu,” kata Iwan.

Usai memukul  Iwan dan Sumardi Didik masih sempat mengintimidasi korbanya dengan menanyakan asal keduanya. “kamu orang mana?” kata Iwan menirukan ucapan Didik saat itu.

Menurut Iwan, dulu Didik mempunyai rumah di Desa Mukuh. Namun sudah lama pindah dari desa itu. Dia menetap di Desa Panjer, Kecamatan Plosoklaten. Tapi Iwan tak mengenal Didik.  “Saya tidak kenal dengan pelaku,” tambah Iwan.

Saat mengetahui temannya meninggal dunia Iwan hanya berharap pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. “Berharap pelaku dihukum sesuai hukum saja,” kata Iwan.

Sementara, Didik ditangkap petugas unit reskrim pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 10.30 di rumahnya. Hingga kemarin, Didik masih menjalani proses pemeriksaan di rumah tanahan (rutan) Mapolsek Pagu. Selain membekuk tersangka polisi juga menyita barang bukti berupa dua pakaian korban. Di pakaian itu terdapat bekas bercak darah.

Grafis Jaga Portal Berujung Kematian

Jumat (3/7)           :

-       Sumardi dan Iwan menjaga palang jalan di desanya, Desa Mukuh, Kecamatan Kayenkidul.

-       Pelaku yang datang meminta portal dibuka. Terjadi cekcok hingga pelaku memukul kedua penjaga portal. Iwan dipukul terlebih dulu hingga tersungkur. Setelah itu Sumardi jadi korban berikutnya.

-       Sumardi luka parah dan dilarikan ke RSUD SLG

Sabtu (4/7)

-       Didik, pelaku penganiayaan, ditangkap di rumahnya di Desa Panjer, Kecamatan Plosoklaten oleh Unit Reskrim Polsek Pagu.

-       Sumardi yang kondisinya tak kunjung membaik dipindah ke RS Bhayangkara Kediri.

Selasa (7/7)

-       Sumardi meninggal dunia dan dikuburkan malam harinya.

-       Pasal yang dijeratkan pada pelaku akan diubah menjadi penganiayaan berujung kematian.

(ren/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia