Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
ENEEK AE...

15 Istri, yang 13 Serumah

08 Juli 2020, 14: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

15 Istri, yang 13 Serumah

(Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

ENEEK AE...\\

15 Istri, yang 13 Serumah  

Kalau di cerita pewayangan ada Arjuna yang mendapat julukan lelanange jagad karena beristrti banyak. Nah, di dunia nyata julukan itu sepertinya bisa disematkan kepada pria ini. Alasannya, jumlah istrinya bikin geleng-geleng kepala. Tak hanya dua atau tiga orang saja. Melainkan hingga 15 orang!

Hebatnya, semuanya belum terceraikan. Kecuali satu orang yang meninggal dunia karena kanker otak. Uniknya, istri yang meninggal itu yang mengantarkannya ke penjara.

Ya, pria itu bernama Rahmat Hidayat. Warga Dusun Kembangsore, Desa Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. ‘Pria perkasa’ itu terseret ke meja hijau karena kepemilikan sabu-sabu. Dalam sidang itulah cerita tentang pria beristri 15 muncul.

Awalnya, di depan majelis hakim yang diketuai Lila Sari pria kelahiran Sampit, Kalimantan Tengah ini  berkilah dia membeli sabu-sabu demi istrinya yang sakit kanker otak.

“Katanya ini (sabu-sabu, Red) dapat digunakan untuk (mengobati) penyakit istri saya,” akunya di persidangan.

Nah, saat menjelaskan hal itu dia menjelaskan yang sakit itu istri ke-11 dari total 15 wanita yang telah dia nikahi. Oleh dokter istrinya divonis kanker otak. Dokter memperkirakan istrinya itu hanya punya harapan hidup sekitar 1,5 bulan saja.

Pengakuan terdakwa yang punya 15 istri sontak membuat hangat suasana sidang yang berlangsung teleconference itu. Para hakim seperti terperangah mendengar perkataan pesakitan yang berada di Lapas Kelas IIA Kediri itu.

Jadi istrimu sekarang tinggal 14? Dimana mereka sekarang?” tanya JPU Lestari.

Jawaban Rahmat kian membuat yang ada di ruang Cakra, tempat berlangsungnya sidang, terbelalak. Bagaimana tidak 13 di antaranya dia tempatkan dalam satu rumah. Tapi lokasinya tidak di Kediri. Melainkan di Sampit. Sedangkan satu orang lagi tinggal di Kediri. Sementara satu lagi tidak dia ceritakan di mana tempat tinggalnya. Dari semua istrinya itu dia mengaku memiliki delapan anak.

Lalu, dari mana dia mendapat ide sabu-sabu bisa mengobati penyakit kanker istrinya? “Dari teman,” jawab Rahmat menjawab pertanyaan jaksa dan hakim.

Tapi dalih bahwa dia membeli sabu-sabu untuk mengobati sakit sang istri masih patut diperdebatkan. Apalagi, ternyata, dia tak hanya menggunakan sabu itu untuk istrinya saja. Tapi juga dirinya sendiri. Bahkan, sebagian sabu juga dia jual lagi.

Lelaki yang bekerja sebagai sopir ini mengaku mendapatkan sabu dari temannya yang bernama Singkek. Cara bertransaksi dengan ketemu langsung di Kafe Dermaga Jayabaya di Kota Kediri.

Dari Singkek harga sabunya Rp 500 ribu. Kemudian dia menjual lagi kepada teman adik istrinya yang bernama Imbar. Satu paket sabu dia jual Rp 200 ribu.

Di akhir sidang terdakwa mengaku menyesal dengan perbuatannya. Namun, penyesalan di akhir memang tiada berguna. Karena  Rahmat tetap harus menanti tuntuan jaksa yang akan dibacakan di sidang berikutnya. Yang pasti, dia akan lama tidak bisa bertemu dengan belasan istrinya itu karena mendekam di penjara. (ara/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia