Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Diduga Arung Kuno di Dekat Struktur Batu Bata Kuno

Ada Gua Air di Brumbung

08 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

GELAP : Petugas dari BPCB Jatim mengamati pintu terowongan air yang diperkirakan sebagai arung kuno, di Desa Brumbung, Kecamatan Kepung kemarin.

GELAP : Petugas dari BPCB Jatim mengamati pintu terowongan air yang diperkirakan sebagai arung kuno, di Desa Brumbung, Kecamatan Kepung kemarin. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Potensi ditemukannya area permukiman kuno di Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, kian besar. Penemuan struktur batu bata yang diperkirakan merupakan objek diduga cagar budaya (ODCB) beberapa hari lalu diperkuat dengan keberadaan gua air di sekitar lokasi. Gua air itu diperkirakan adalah arung kuno.

Sebelumnya, struktur bata kuno ditemukan di area Wisata Kalitempur, Dusun Kebonagung, Desa Brumbung. Struktur bata kuno itu belum sepenuhnya bisa diidentifikasi kepastian fungsinya. Salah satu dugaan adalah bangunan itu merupakan instalasi pengairan zaman kuno. Penguatnya adalah penemuan arung kuno tersebut.

Yang menarik, daerah tersebut oleh warga biasa disebut sebagai kawasan Watutulis. Penyebabnya karena tak jauh dari lokasi penemuan struktur bata kuno itu ditemukan prasasti Gneng 1 dan 2. Karena itu ‘penemuan’ arung kuno kemarin semakin melengkapi potensi adanya kawasan permukiman zaman dulu.

Fakta Gua Air Brumbung

Fakta Gua Air Brumbung (ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Terowongan air itu tempatnya di tebing sungai. Di dekat wisata Kalitempur. Di dekat terowongan ada umpak dan semacam jalan air dari batu andesit atau jaladwara.

“Itu yang menguatkan asumsi awal kami bahwa struktur ini merupakan sebuah petirtaan. Namun kami belum bisa melihat secara lengkap karena memang kondisinya (struktur tersebut) masih berada di dalam tanah,” ujar Kasi Museum dan Kepurbakalaan Disparbud Kabupaten Kediri Eko Priatno.

Kajian lebih jauh terkait dugaan ini, menurut Eko, diserahkan sepenuhnya pada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Lembaga itu yang berwenang untuk meneliti peninggalan bersejarah tersebut.

Yang jelas, menurutnya, penemuan ini sangat penting. Menjadi salah satu penemuan istimewa di Kabupaten Kediri. Keistimewaan itu bisa dilihat dari bagian-bagian pada struktur yakni hiasan pada dindingnya.

“Termasuk pada satu bagian lain itu tidak seperti dinding bangunan lain. Agak serong dan tidak persegi. Apakah heksagonal, yakni lebih dari empat sudut, atau bagaimana, itu yang nanti butuh dikaji lagi,” urainya.

Terkait periodisasinya, Eko mengatakan bahwa dari bentuk bata dan bahan yang digunakan, usianya bisa lebih tua dari masa Majapahit. Didukung pula penemuan  prasasti yang berangka tahun 1050 saka dari Raja Sri Bameswara.

“Batu bata merah dengan dimensi yang agak besar. Jadi lebih mengarah ke peninggalan-peninggalan pra Majapahit,” jelasnya.

Observasi awal BPCB Jatim menyebutkan, struktur itu diduga merupakan satu rangkaian kawasan penting zaman dulu. Dasarnya adalah bukti-bukti lain seperti arca, prasasti, dan benda-benda bersejarah sebagai pendukung kawasan yang disakralkan. Termasuk kepastian apakah lokasi ODCB yang baru saja ditemukan ini merupakan petirtaan atau sebuah candi. Tak terkecuali keberadaan terowongan bawah tanah yang diduga arung tersebut.

“Tentunya ini pasti ada kelanjutannya,” ungkap Pamong Budaya dan Arkeolog BPCB Jatim M. Ichwan.

Ichwan menyebut bahwa biasanya bangunan suci sengaja ditempatkan di dekat sumber air. Baik sungai, danau, dan lain sebagainya.

Menindaklanjuti temuan tersebut yang juga terletak di dekat sungai, Ichwan menegaskan a akan melakukan kajian lebih lanjut. “Apakah sungai ini merupakan sungai kuno atau baru terbentuk, nanti akan kami lakukan kajian lanjutan,” terangnya.

Rencananya, akan ada kajian lebih lanjut dengan perlakuan ekskavasi. Hal itu untuk mengetahui bentuk dan ukuran objek yang ditemukan. Kedepan, Ichwan menegaskan bahwa BPCB Jatim dengan Disparbud Kabupaten Kediri akan melakukan tindakan pelestarian terhadap situs yang baru saja ditemukan tersebut. “Otomatis kami akan melakukan tindakan ekskavasi atau penggalian arkeologis,” pungkasnya.

Fakta-Fakta Gua Air Brumbung

-       Tinggi gua 1,5 meter bahkan bisa lebih karena di bawahnya masih terdapat sedimentasi tanah liat.

-       Lebar bervariasi. Bagian mulut gua selebar 1,5 meter. Lebih masuk ke dalam sekitar 1 meter.

-       Struktur dinding dan langit-langit berupa batu padas.

-       Gua mengarah ke temuan ODCB dengan jarak 30 meter ke arah timur.

-       Berada di tebing Sungai Ringinputih yang masih satu area dengan Wisata Kalitempur.

-       Dari dalam gua masih dialiri air yang sangat jernih.

-       Di sekitar gua terdapat beberapa mata air.

-       Terdapat benda-benda lain seperti umpak, lumping, dan bagian dari jaladwara yang terbuat dari andesit di area wisata ini.

-       Tak jauh dari lokasi itu juga terdapat beberapa gua yang disinyalir merupakan arung. Jumlahnya 2 arung dengan ukuran bervariasi.

(din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia