Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sembuh Tujuh, Tambah Pasien Positif 2 Orang

Jangan Merasa Dikucilkan

07 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Jangan Merasa Dikucilkan

Jangan Merasa Dikucilkan (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Beban ganda harus dirasakan orang  yang dinyatakan positif korona. Selain harus melawan serangan virus mereka juga harus menghadapi pandangan minor sebagian warga. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 merasa masih dikucilkanoleh lingkungannya.

Hal itu membuat tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 tak bosan-bosannya memberikan edukasi. Agar pengucilan itu tak terjadi. Edukasi tersebut mengarah pada keluarga dan warga sekitar lokasi isolasi mandiri.

“Yang jelas semua warga baik yang positif maupun negatif adalah saudara kami,” terang Komandan URC BPBD Kabupaten Kediri Windoko.

Mereka yang melakukan isolasi mandiri, menurut Windoko, tak harus dijauhi. Meskipun saat berinteraksi harus dengan penerapan protokol kesehatan.

“Yang isolasi mandiri juga harus patuh. Jangan keluar rumah untuk kebaikan bersama,” pesannya.

Windoko menegaskan bahwa mereka yang terkena virus ini bukan merupakan satu aib. Dia menegaskan yang terkena virus ini sedang diuji. Mereka yang positif tidak boleh merasa dikucilkan. Apalagi bertindak yang tidak diharapkan.

Kemarin, Windoko dan Tim Medis melakukan edukasi pada salah satu keluarga di Desa Mlati, Kecamatan Mojo. Salah satunya sempat menangis saat dikunjungi tim dari BPBD. Mereka merasa dikucilkan tetangga saat mengetahui keluarganya positif korona. Windoko mengedukasi pada keluarga itu untuk tak khawatir dan tetap semangat menghadapi ujian ini.

“Kami di sini bukti kalau masih perhatian. Sehingga tetap semangat jangan sampai drop dan menurunkan daya tahan tubuh,” ujarnya memberi semangat keluarga tersebut.

Sebelumnya, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinkes Kabupaten Kediri dr Yaya Mulyana mengatakan bahwa masyarakat juga harus memberi dukungan psikologis pada pasien dan keluarga yang positif korona. “Sehingga dengan seperti ini diharapkan pasien bisa segera sembuh,” pesannya.

Selama ini, ketika ada orang yang dinyatakan positif korona, tak sedikit dari mereka yang merasa dikucilkan. Dijauhi dan kurang adanya dukungan dari tetangga. Hal itulah yang menjadi poin penting bagi GTPP untuk memberikan pencerahan pada desa-desa yang saat ini terdapat kasus pasien positif Covid-19. Agar tak membuat stigma pada pasien positif Covid-19.

Sementara itu, masih ada penambahan kasus positif korona di Kabupaten Kediri. Kemarin terdapat 2 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Satu orang dari klaster Kudus yang merupakan warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo.Saat ini pasien tersebut melakukan isolasi mandiri. “Satu lagi klaster baru warga Desa Tunge, Kecamatan Wates yang saat ini dirawat di RSUD SLG,” ujar Jubir GTPP dr Ahmad Chotib.

Selain kabar tambahan positif itu, juga muncul kabar gembira. Sebanyak 7 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, saat ini terdapat 247 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya 170 orang dirawat, 62 orang sembuh, dan 15 orang meninggal.

Sementara itu, GTPP Covid-19 Kota Kediri terus melakukan tracing terhadap kontak erat dari kasus terkonfirmasi terbaru. Hasilnya, hingga kemarin belum ada penambahan kasus di Kota Kediri.

Kasus positif terakhir, pasien nomor 60, terjadi di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren.  Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima, saat ini mereka tetap melakukan upaya preventif dan kuratifnya. “Tetap dilakukan protokolnya. Mulai dari penyemprotan di lingkungan, posko kebencanaan, dan tracing ke kontak erat,” imbuhnya.

Karena kebetulan lokasi pasien berada di gang, memudahkan petugas jaga melakukan kontrol. Seperti yang sudah dilakukan, warga di dalam gang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

Bhabinkamtibmas Singonegaran Aiptu Sujoko saat berada di lokasi menjelaskan bahwa kasus yang terkonfirmasi positif itu sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) untuk menjalani perawatan. Pasien terkonfirmasi ke-60 ini hanya tinggal sendiri bersama dengan satu anaknya. “Sore sejak diumumkan Kamis (2/7), bapaknya (pasien ke-60, Red) sudah dibawa ke RS,” ujarnya.

Pasien ke-60 Kota Kediri ini merupakan kasus ‘impor’ dari Jakarta. Diperkirakan saat pasien tersebut menerima tamu dari Jakarta beberapa waktu lalu. (din/syi/fud)

Tujuh Orang Lagi Sembuh Korona

-       2 orang dari klaster pabrik rokok Mustika. Yaitu warga Desa Bobang dan warga Desa Puhsarang, Kecamatan Semen.

-       2 orang dari klaster Desa Kedak, Kecamatan Semen.

-       2 orang dari klaster Desa Bobang, Kecamatan Semen.

-       1 orang klaster Sidoarjo, warga Desa Kandangan, kecamatan Kandangan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia