Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Widi Andreas Setiawan, Anggota Polisi Perakit Motor Monkey di Kediri

Puaskan Hobi, Mengecat dan Ngelas

06 Juli 2020, 14: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KREATIF: Andre membenahi sepeda motor monkey yang berada di bengkel rumahnya, Desa Jagung, Kecamatan Pagu.

KREATIF: Andre membenahi sepeda motor monkey yang berada di bengkel rumahnya, Desa Jagung, Kecamatan Pagu. (LU’LU’UL ISNAINIYAH/JPRK)

Share this          

 Berawal dari hobi, siapa sangka anggota Satsabhara Polres Kediri Kota ini dapat membuat replika motor monkey untuk koleksi. Banyak orang yang tertarik. Termasuk dimanfaatkan untuk foto pre-wedding.

LU’LU’UL ISNAINIYAH/JPRK

Sekitar pukul 15.00 sore itu, suasana di Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri serasa sepi. Jalan tak terlalu bising suara kendaraan. Hanya terlihat beberapa anak kecil bermain di halaman rumah. Beberapa petani tampak mengayuh sepeda dari sawah.

(LU’LU’UL ISNAINIYAH/JPRK)

Perjalanan wartawan koran ini sampai di sebuah rumah yang tak jauh dari Balai Desa Jagung. Jaraknya hanya sekitar 50 meter. Kediaman dengan bangunan tua tersebut berhalaman luas. Terdapat tiang bercat warna hijau.

Dari luar pintu tampak sepeda motor unik berwarna merah muda dan kuning. Kendaraan roda dua tersebut milik Widi Andreas Setiawan. Mengetahui ada yang bertamu, si empunya rumah menyambut ramah.

 “Silakan masuk Mbak, maaf berantakan,” terang pemuda itu. Memang rumah tersebut sekaligus bengkel tempat pemuda yang akrab disapa Andre itu beraktivitas sekaligus menyalurkan hobinya.

Di setiap sudut rumah terlihat peralatan montir yang biasa digunakan untuk mengotak-atik motor. Kendaraan yang berada di bengkel Andre tampak unik. Tongkrongannya beda. Tidak seperti motor yang dikendarai orang pada umumnya.

Sepeda motor itu berukuran lebih kecil. Tingginya hanya sekitar 60 sentimeter (cm). “Ini namanya motor monkey Mbak. Sepeda motor ini sudah ada sejak tahun 1967-1981,” paparnya.

Siapa sangka, berawal dari hobi Andre mampu merakit sepeda motor yang saat ini mulai langka di pasaran. Bahkan, jika sepeda motor itu masih orisinal harganya sangat mahal.

“Ini untuk motor orisinalnya saja sangat mahal Mbak,” ujarnya. Andre lantas menyebut nilai kendaraan monkey itu bisa mencapai Rp 120 juta.

Karena mahal dan langkanya motor tersebut di pasaran, Andre pun berinisiatif untuk membuat replika dari sepeda motor monkey ini. Ia memodifikasi sendiri. Untuk onderdil atau spare part–nya, Andre membeli dari dalam negeri. Namun, bila sudah tak tersedia, dia sampai mencari ke luar negeri.

“Ini ada yang beli dari luar negeri pesan online ke Taiwan,” jelas pria berusia 35 tahun tersebut.

Andre menyebut, memodifikasi sepeda motor yang sudah ada. Kemudian, kendaraan roda dua itu dibentuk dengan desain menjadi lebih kecil atau mini. “Ini awalnya besar. Terus saya ubah, diperkecil,” jelasnya.

Andre mendapatkan inspirasi model monkey dari internet. Dia biasa melihatnya di youtube. Demi memodifikasi motor itu, Andre harus merogoh kocek tak sedikit. Tak jarang sampai jutaan rupiah. Itu untuk memuaskan hobinya.

Pekerjaannya dimulai dari nol. Andre merakit motor monkey tersebut secara mandiri. Bahkan termasuk mengecat pun dilakukan sendiri. “Ini semua pembuatannya dari nol Mbak. Mulai dari ngelas juga saya sendiri,” urainya.

Andre adalah orang pertama yang merakit motor monkey di Kediri. Sepeda motor ini, menurutnya, masuk ke Kediri termasuk baru. Bahkan saat ini sedang booming. “Yang tergabung dalam komunitasnya hanya ada 15 orang saja. Itu se-Kediri,” ungkapnya.

Andre adalah satu-satunya orang yang merakit motor monkey ini di Kediri. Proses perakitan dilakukan di bengkel yang ada di rumahnya. Bengkel didirikan pada 2019 lalu.” Ini bengkel juga baru Mbak, satu tahun yang lalu,” akunya.

Di sela kesibukannya sebagai anggota Satsabhara Polres Kediri Kota, Andre sudah merakit 14 unit motor monkey. Tujuh di antaranya sudah terjual. Banyak yang melirik motor uniknya. Maka beberapa orang dengan sengaja memesan ke bengkelnya. “Ya sebagian ada yang pesan, bahkan minta di model begini-begitu,” urai polisi berpangkat bripka ini.

Bahkan orang dari luar kota seperti Jakarta pun tertarik memesan motor modifikasi Andre. “Kemarin ada yang pesan dari Jakarta Mbak,” ujarnya. 

Tak hanya dijual, motor monkey unik itu juga pernah disewa pasangan yang akan melakukan sesi pemotretan pre-wedding. “Ada beberapa yang menjadikan untuk foto pre-wedding Mbak. Yah mereka basic-nya memang suka motor,” paparnya.

Saat ini ada tiga motor monkey dipajang di rumah Andre. Selama masa pandemi ini, Andre belum bisa touring atau kumpul komunitasnya. Karena memang ada larangan untuk berkerumun. “Sementara ini belum ada Mbak,” imbuhnya. Dahulu, sebelum adanya korona. Ia sempat membawa keliling motor tersebut hingga ke Surabaya. (ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia