Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Satpol PP Beri Peringatan karena Tak Taati Jaga Jarak

Dua Kali Bubarkan Lomba Kicau Burung

06 Juli 2020, 13: 50: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Tertibkan Lomba Burung Berkicau di Semampir

Tertibkan Lomba Burung Berkicau di Semampir (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

Sempat berstatus zona kuning di masa pandemi Covid-19, Kota Kediri kembali berganti menjadi oranye. Karena itu, pemkot kembali mengetatkan protokol kesehatan. Terutama untuk physical distancing.

         Makanya, kerumunan yang berpotensi menjadi penyebaran virus korona ditertibkan. Seperti yang terjadi pada Sabtu sore (4/7), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri membubarkan lomba burung berkicau yang diadakan komunitas gantangan di lapangan Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.

Itu gara-gara telah dua kali mereka mengadakan acara serupa. Kabid Tramtibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid mengungkapkan, mengetahui acara perlomaan itu dari pengaduan masyarakat. “Kami langsung respons dengan terjun langsung ke lapangan,” ujarnya kemarin.

Menurut Khamid, komunitas gantangan itu sudah kali kedua mengadakan perlombaan burung berkicau. Pada acara pertama, mereka telah diingatkan petugas. Namun malah kembali mengadakan acara ini. Padahal kondisi Kota Kediri belum menandakan normal baru.

“Dua minggu sebelumnya, komunitas gantangan dan pekerja seni juga telah bertemu Pak Wali Kota untuk membicarakan kegiatan mereka di tengah pandemi,” jelas Khamid saat ditemui di kantornya.

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Abdullah Abu Bakar, menurut Khamid,  komunitas gantangan menerima ajakan tidak mengadakan acara. Mereka diminta bersabar menunggu hingga Kota Kediri menuju normal baru.

Jika telah diterapkan normal baru nanti, lanjut Khamid, komunitas gantangan dan masyarakat dibolehkan menggelar acara. “Itu pun dengan hanya 50 persen saja pengunjungnya,” imbuh Khamid.

Pada perlombaan burung berkicau yang pertama, 28 Juni lalu, panitia dan peserta menggunakan protokol kesehatan. Mereka mematuhi aturan memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, dan disinfektan. Namun tetap saja acara tersebut dinilai mengundang kerumunan. “Sehingga tidak menaati kebijakan physical distancing,” jelas Khamid.

Hingga Sabtu lalu, Satpol PP meminta pembubaran acara tersebut. Itu merupakan peringatan terakhir agar tidak menggelar acara yang sama. Khamid juga mengingatkan panitia pelaksana agar mengadakan acara setelah ada tanda zona hijau di Kota Kediri. Selain itu juga meminta pembubaran dengan tertib.

Peringatan tersebut direspons positif. Itu dibuktikan dengan tidak diadakan lagi perlombaan burung berkicau pada Minggu kemarin (5/7). Petugas Satpol PP telah mengecek ke lapangan Semampir. Di sana tidak ada aktivitas.

Khamid berharap, langkah ini bisa terus diterapkan. Sehingga Kota Kediri bisa segera menjadi zona hijau dan menerapkan normal baru. “Alhamdulilah respons dari komunitas gantangan menaati imbauan kami,” tuturnya.

 Tak hanya acara lomba burung berkicau, aparat penegak perda itu juga membubarkan para pemuda yang berkumpul untuk menenggak minuman keras (miras). Empat orang yang berkerumun di warung dekat Sungai Brantas, tepatnya di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto diciduk.

Mereka adalah FB, 18, dan IRS, 20, asal Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol; MM, 23, warga Winongsari, Grogol; dan KA, 23, asal Desa/Kecamatan Tarokan. “Dari Kabupaten Kediri semua Mas,” ujar Khamid.

Satpol PP menjaring mereka saat sedang patroli. Ketika didatangi, keempatnya kaget. Apalagi, petugas mencium bau alkohol. Begitu diperiksa akhirnya ditemukan botol air mineral kapasitas 1,5 liter yang berisi sisa miras.

Tak bisa mengelak, para pemuda itu mengaku membeli miras itu. Namun bukan dari warung kopi yang mereka tempati. “Dibeli di sekitar Banyakan, Kabupaten Kediri,” kata Khamid.

Keempatnya lalu dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kota Kediri. Beberapa orang yang berada di warung diingatkan untuk menaati protokol kesehatan.(jar/syi/ndr)

Tertibkan Lomba Burung

Berkicau di Semampir

-       Pada 28 Juni komunitas gantangan mengadakan acara lomba burung berkicau

-       Meski telah memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, dan disinfektan, kegiatan itu tetap dianggap tidak menaati physical distancing

-       Pemkot melalui satpol PP memberi imbauan agar gelar acara menunggu hingga Kota Kediri menuju normal baru

-       Pada 4 Juli lomba burung berkicau kembali diadakan di lapangan Semampir

-       Karena terjadi kerumunan, satpol PP membubarkannya. Peserta pun bubar dengan tertib

-       Satpol PP memberi peringatan agar perlombaan tidak diadakan lagi pada Minggu (5/7). Peringatan ini akhirnya dipatuhi

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia