Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kasus Masih Tinggi, Rapid Test Gratis bagi Peserta UTBK

Tambah Lagi, 12 Positif

06 Juli 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Kasus Masih Tinggi,  Rapid Test Gratis  bagi Peserta UTBK

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Pemkab Kediri terus berupaya menangani kasus-kasus Covid-19 di daerahnya. Terlebih angka kasus positif masih tinggi. Terbaru ada 12 tambahan kasus terkonfirmasi positif virus menular ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib menyampaikan, penambahan kasus positif korona masih terjadi di Kabupaten Kediri.

"Untuk itu kami ingatkan masyarakat agar menaati imbauan pemerintah serta selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan," paparnya.

Caranya, menurut Chotib, tak terlepas dari kegiatan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir usai bertemu siapapun. Termasuk setelah memegang apapun terutama di fasilitas publik.

Selain itu, ia meminta, masyarakat tetap memperhatikan jaga jarak dan wajib memakai masker saat beraktivitas. "Hindari kerumunan karena setiap orang berpotensi sebagai pembawa virus ini," ungkapnya.

Selain upaya sosialisasi, Chotib menegaskan, pemkab juga memfasilitasi mereka yang saat ini ingin mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Hal itu terkait dengan penyelenggaraan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Hal ini menyikapi adanya beberapa kampus PTN yang mensyaratkan peserta tes harus melakukan rapid test. "Pemerintah Kabupaten Kediri memfasilitasi rapid test gratis di RSUD SLG (Simpang Lima Gumul, Tugurejo) dan RSKK (Rumah Sakit Kabupaten Kediri, Pare)," jelas Chotib. Syaratnya, peserta wajib membawa surat keterangan masuk dalam basis data terpadu (BDT) dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri.

Menanggapi tren perkembangan kasus korona di Kabupaten Kediri, Chotib menyebut, hingga kemarin masih belum aman. Apalagi tadi malam (5/7) terdapat 12 tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten. "Penambahan itu dari beberapa klaster penularan," ungkapnya.

Klaster tersebut adalah Klaster Sidoarjo; Klaster Desa Kedak; Klaster Pabrik Rokok Mustika; Klaster Desa Ketawang; dan Klaster Araya Tulungagung. Ada juga yang masuk klaster baru.

"Klaster Sidoarjo ada tiga orang. Semuanya warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem. Saat ini isolasi mandiri," urainya.

Sementara dari Klaster Kedak masih ada penambahan dua warga Desa Kedak, Kecamatan Semen yang saat ini isolasi mandiri di rumah karantina desa setempat.

Lalu dari Klaster Araya Tulungagung ada dua. Yakni warga asal Desa/Kecamatan Semen. Untuk Klaster Pabrik Rokok Mustika Tulungagung ada satu orang dari Desa Puhsarang, Kecamatan Semen. Mereka melakukan isolasi mandiri. Termasuk satu orang dari Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen juga demikian.

Penambahan untuk Klaster Desa Ketawang ada dua orang. Chotib mengungkapkan, mereka dari Desa/Kecamatan Purwoasri dan Desa Woromarto, Purwoasri. Keduanya isolasi mandiri. "Untuk klaster baru ada satu warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Juga isolasi mandiri," imbuhnya.

Selain kabar penambahan positif, tadi malam juga diumumkan ada empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh. Tiga pasien dari Klaster Pabrik Rokok Mustika merupakan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem; warga Desa Puhrubuh, Semen; dan warga Desa Bobang, Semen.

"Untuk yang sembuh Klaster Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem ada satu orang," sebut Chotib.

Dengan demikian, kemarin total tercatat 245 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya, 175 dirawat, 55 sembuh, dan 15 meninggal.

Terpisah, Pemkot Kediri juga memberikan fasilitas gratis rapid test bagi warganya yang akan mengikuti UTBK seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Dalam unggahan video akun media sosialnya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, calon mahasiswa yang hendak mengikuti UTBK digratiskan rapid test-nya.

“Bagi mahasiswa Kota Kediri yang namanya terdata di BDT bisa rapid test gratis,” terang Mas Abu.

Untuk mengecek apakah terdaftar di BDT dapat dilihat di laman resmi Pemkot Kediri. Sementara itu, Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima menambahkan bahwa kebijakan itu hanya untuk warga dengan KTP Kota Kediri. Calon mahasiswa yang tidak terantum di BDT hanya mendapatkan potongan biaya untuk rapid test-nya.

“Yang tidak masuk BDT dan ber-KTP Kota Kediri tetap kami beri diskon, biaya rapid test hanya Rp 200 ribu, dengan membawa KTP, kartu KIS atau Jamkesda,” terangnya.

Hingga kemarin, sudah ada 21 calon mahasiswa dari Kota Kediri yang melakukan rapid test di RSUD Gambiran. Setelah di-rapid test hasilnya langsung bisa dibawa. Pelayanan dibuka 24 jam. Rapid test gratis ini hingga UTBK selesai. Itu hingga 29 Juli 2020.

Selama ini pemkot juga sudah melakukan rapid test masal yang digratiskan secara acak dan mendadak. Seperti yang dilakukan di pasar, tempat umum, atau di swalayan. (din/syi/ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia