Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sisir Sekartaji hingga Bantaran

05 Juli 2020, 14: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MASIH RAMAI: Petugas gabungan Satpol PP Kota Kediri dan Polres Kediri Kota melakukan patroli skala besar di beberapa tempat keramaian Jumat (3/7) .

MASIH RAMAI: Petugas gabungan Satpol PP Kota Kediri dan Polres Kediri Kota melakukan patroli skala besar di beberapa tempat keramaian Jumat (3/7) . (IQBAL SYAHRONI/JPRK SINAR)

Share this          

Sisir Sekartaji hingga Bantaran

Sementara itu, aparat terus berusaha menekan angka persebaran Covid-19 di Kota Kediri. Mereka melakukan patrol baik ke restoran maupun warung pinggir jalan. Bagi tempat-tempat itu yang tak menaati aturan langsung diperingatkan.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan patroli yang mereka gelar bisa sendiri maupun gabungan. Patroli skala besar dilakukan bersama dengan Polres Kediri Kota.

“(Waktunya tidak hanya malam saja, pagi-sore juga,”  terang Nur Khamid.

Seperti yang dilakukan dua malam lalu. Mereka masih mendapati warung kopi yang tidak menaati protokol kesehatan yang ditetapkan. Yakni dengan menjaga jarak meja dan pengunjung. Beberapa pemuda juga terlihat tidak berjarak saat duduk.

Petugas meminta pemiliki usaha mengingatkan pengunjung. Itu mengacu Perwali nomor 16 tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan Dan Perdagangan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. “Sudah banyak juga dari warung kopi yang tegas untuk mengingatkan para pembeli yang datang,” terang Nur Khamid.

Beberapa waktu terakhir kondisi Kota Kediri mulai ramai. Terutama di tempat-tempat seperti itu. Wacana penerapan new normal dipersepsikan berbeda oleh masyarakat. Mereka keluar rumah tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi yang ikut berpatroli menjelaskan bahwa tindakan itu untuk mengantisipasi kerumunan. “Diingatkan terus. Bersinergi dengan lembaga lain (seperti) satpol PP. Juga dari polsek-polsek terus memantau (tempat makan) yang masuk ke jalan kecil,” terang Kamsudi.

Hingga kemarin taman-taman di Kota Kediri dan area GOR masih ditutup untuk umum. Menghindari potensi pertambahan kasus terkonfirmasi positif korona.

Razia juga berlangsung di Bundaran Sekartaji dan bantaran sungai Brantas. Di tempat ini para pedagang kaki lima (PKL). Pengunjung membeludak saat mulai waktu maghrib. Terutama di hari libur. Polisi pun datang melakukan penertiban sejak Jumat sore (3/7).

Zaenal, 37, salah satu pedagang masker di bundaran sekartaji masih bertahan dengan dagangannya. Dia mengaku bila sebelumnya telah dipatroli oleh kepolisian namun lolos. Hanya diimbau mematuhi protokol kesehatan.

“Kemarin kami dipatroli dan dimbau hanya boleh berjualan dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB,” ucap Zaenal.

Zainal mengaku telah berjualan sejak lama di tempat itu. Dia beralasan hanya berjualan masker sehingga tidak mengundang kerumunan. Bahkan polisi pernah membeli maskernya ketika berpatroli. (syi/jar/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia