Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Bertambah dari Klaster Jakarta

04 Juli 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

SEPI : Petugas BPBD Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di SMP Pawyatan Daha 1 kemarin

SEPI : Petugas BPBD Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di SMP Pawyatan Daha 1 kemarin (IQBAL SYAHRONI/JPRK)

Share this          

Satu tambahan kasus positif  Kota Kediri yang muncul Kamis (2/7) merupakan klaster ‘impor’. Pasien tersebut tertular saat berada di Jakarta. Kini, pria yang diidentifikasi berusia 58 tahun itu tengah dirawat di RSUD Gambiran.

“Berasal dari Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren,” kata Wali Kota Abdullah Abu Bakar dalam rilis di situs pribadinya.

Kini, dengan tambahan satu orang itu membuat jumlah pasien positif di Kota Kediri genap 60 orang. Tak pelak, penambahan satu orang ini menjadi riak bagi upaya Kota Kediri menuju zona hijau.

Karena itulah Abu meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati. Dia berharap warga kota mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Agar penyakit ini tidak semakin tersebar hanya karena ketidakpatuhan individu.

Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima membenarkan bahwa pasien terbaru itu sudah dirawat di RSUD Gambiran. Fauzan juga menegaskan pasien itu masuk dalam kategori klaster ‘impor’. Artinya yang bersangkutan tertular ketika berada di Jakarta.

Saat ini lokasi rumah pasien di Kelurahan Singonegaran sudah dilakukan upaya pencegahannya. Seperti mendirikan tenda kebencanaan apabila terjadi penambahan kasus.

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri juga melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran di lingkungan pasien ke-60 ini. Mulai dari tracing kontak erat pasien.

Sementara itu, selain penambahan satu orang tersebut, kemarin tidak ada lagi penambahan kasus positif korona di Kota Kediri. Selain itu, juga belum ada kabar kesembuhan dari pasien positif yang masih dirawat. Saat ini pemkot terus berusaha menekan angka persebaran korona dengan tracing dan rapid test masal. Selain itu juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa fasilitas umum seperti gedung sekolah.

Penyemprotan dilakukan oleh BPBD Kota Kediri serta dinas-dinas terkait lain. Dalam beberapa hari terakhir ini sasarannya dalah gedung sekolah. “Saat ini ya yang dilakukan di sekolah-sekolah. Sebelumnya sudah di ponpes untuk menyambut santri yang hendak kembali belajar di ponpes,” terang Kasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Adi Sutrisno.

Selain di sekolah, penyemprotan ini terus dilakukan di sepanjang jalan protokol, kampung-kampung, hingga di taman dan tempat yang diperkirakan ramai dikunjungi. Seperti halte bus atau di sekitar terminal dan stasiun.(syi/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia