Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Nyaris Capai 100 Pasien

Terpapar dari Keluarga dan Tetangga

03 Juli 2020, 15: 05: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Korona (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemkab Nganjuk agaknya harus mengambil langkah yang lebih tegas untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk. Pasalnya, hingga kemarin terus terjadi penambahan kasus korona di Kota Angin hingga pasien total mencapai 99 orang.

Jika sebelumnya total ada 90 kasus Covid-19, kemarin ditemukan sembilan pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19. Salah satu pasien di antaranya meninggal saat masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut merupakan perempuan berusia 71 tahun asal Bagor. “Dia meninggal dunia pada Senin (29/6) lalu,” kata Hendri tentang pasien yang sempat dirawat di RSUD Nganjuk itu.

Lebih jauh Hendri menyebut gugus tugas masih belum tahu sumber penularannya. Meski demikian, pasien lansia tersebut memiliki riwayat bepergian dari Jogjakarta.

Adapun delapan pasien Covid-19 lainnya menurut Hendri sebagian di antaranya tertular dari keluarganya. Misalnya, pasien berusia 56 tahun asal Kertosono yang sekarang dirawat di RSUD Kertosono. “Dia tertular dari suaminya yang juga pasien terkonfirmasi positif ke-82,” lanjut Hendri tentang riwayat pasien terkonfirmasi ke-91 itu.

Ada pula tiga orang yang merupakan satu keluarga asal Ngronggot. Masing-masing laki-laki berusia 36 tahun, anak laki-laki berusia 6 tahun, dan perempuan berusia 48 tahun. Mereka tertular dari pasien terkonfirmasi ke-75 yang tak lain adalah suaminya. Selanjutnya, perempuan usia 25 tahun asal Prambon. “Pasien tertular dari suaminya, merupakan terkonfirmasi 66,” ujar dr Hendri.

Selain lima pasien yang tertular dari keluarganya, ada pula perempuan berusia 23 tahun asal Baron yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dia memiliki riwayat bepergian dari Surabaya.

Kemudian, laki-laki berusia 78 tahun dan 70 tahun yang tinggal bersama anaknya di Bagor. Dua lansia ber-KTP Surabaya itu masuk data Kabupaten Nganjuk karena tinggal di Kota Angin.

Terkait semakin banyaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, Hendri menjelaskan, gugus tugas menindaklanjutinya dengan mengintensifkan tracing atau pelacakan. “Yang hasil rapid test-nya reaktif nanti akan di-swab. Jadi kemungkinan masih bisa bertambah lagi kasusnya (Covid-19, Red),” jelas Hendri.

Lebih jauh Hendri menuturkan, lebih dari 50 persen pasien positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk memiliki riwayat bepergian dari Surabaya. Atau, kontak dengan warga dari Surabaya.

Belajar dari kasus ini, Hendri kembali meminta warga Nganjuk untuk mengurungkan niatnya bepergian ke luar daerah jika tidak sangat penting. “Perbanyak aktivitas di rumah dan terapkan protokol kesehatan. Memakai masker jika keluar rumah,” pintanya.

Untuk diketahui, selain penambahan sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, kemarin total ada tiga pasien yang sembuh. Merek adalah perempuan berusia 50 tahun asal Pace; laki-laki berusia 38 tahun asal Tanjunganom, dan perempuan berusia 32 tahun asal Ngronggot. “Yang sudah sembuh sudah diperbolehkan pulang,” urai Hendri sembari menyebut jumlah pasien sembuh sebanyak 39 orang.

Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 11 orang atau sekitar 10 persen dari kasus Covid-19. “Rata-rata pasien yang meninggal itu sudah lansia dan punya komorbid berat,” kata Ketua Tim Penanggulangan Virus Korona RSUD Nganjuk dr Mei Budi Prasetyo.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia