Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Temukan Ratusan Peluru Aktif

Terbawa Arus Sungai Brantas Desa Kelutan

03 Juli 2020, 15: 01: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Peluru

AKTIF: Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara (kiri) mengamankan ratusan butir peluru untuk diperiksa kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- M. Sahrul Halim, 42, kaget bukan kepalang. Berniat menyetrum ikan di sungai Brantas, pria asal Desa Cengkok, Ngronggot itu justru menemukan ratusan butir peluru aktif yang disimpan di dalam kardus, di sungai pada Selasa (30/6) lalu.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara mengatakan, penemuan peluru terjadi sekitar pukul 13.00.  “Saat mencari ikan, saksi mengaku menemukan sebuah kotak kardus yang mencurigakan,” ujar Roni.

Kondisi kardus tersebut sudah rusak di beberapa sisi. Merasa penasaran, Sahrul akhirnya memutuskan untuk mengecek isi kardus tersebut. Tak disangka, di dalam kardus bekas mie instan tersebut terdapat ratusan butir peluru.

Niatnya mencari ikan langsung luruh seketika. Sahrul melaporkan temuan tersebut ke polsek dan Koramil Ngronggot. Mendapati laporan, petugas di lapangan pun langsung mengecek dan mengamankan lokasi. “Anggota kami bersama dengan personel TN langsung mengamankan barang bukti ke Polsek Ngronggot untuk diperiksa,” lanjut Roni.

Saat dilakukan pemeriksaan, kardus itu tidak hanya berisikan satu jenis peluru. Melainkan ada tiga jenis peluru di dalamnya. Antara lain amunisi Jungle sejumlah 144 butir, amunisi M193 kaliber 5,56 mm sebanyak 219 butir, dan amunisi 308 Winchester kaliber 7,62 mm sejumlah 203 butir.

“Totalnya, ada 566 butir peluru aktif yang kami amankan dari penemuan tersebut,” tandas pria berkumis tipis tersebut. Selain ratusan butir peluru tersebut, di kardus tersebut juga ditemukan sebuah magazin F16, sebuah charger mobil, dan sepasang pengait sandang senjata.

Dari mana asal dan pemilik peluru tersebut? Roni mengaku bahwa belum bisa menyebutkan secara detail. Alasannya, hingga kemarin polisi masih melakukan penyelidikan. “Untuk sementara kami belum bisa memberikan informasi tersebut, masih dalam penyelidikan tim terkait,” aku Roni.

Data yang dihimpun koran ini, kardus itu belum ada di lokasi tersebut sebelumnya. Setidaknya, saat Sahrul mencari ikan pada Sabtu (27/6) lalu, dia tidak mendapati kardus berisi peluru tersebut.

Letak kardus berisi peluru itu juga tidak di dasar sungai yang dangkal. Melainkan, di pinggir aliran sungai. Sehingga, bisa dilihat dengan jelas oleh siapapun yang melewati lokasi tersebut.

Dari sana muncul dugaan jika peluru bisa saja sengaja diletakkan oleh orang tak dikenal di sana. Identitas orang yang membuang peluru di sungai inilah yang tengah diselidiki oleh polisi.

Sementara itu, meski ratusan butir peluru itu masih dalam kondisi aktif, namun kebanyakan peluru sudah tidak dalam kondisi yang sempurna. Diperkirakan, peluru tersebut telah tahunan dalam kondisi tak terawat. “Kemungkinan berumur sekitar lima tahunan. Kami masih mendalaminya,” pungkas mantan KBO Satlantas Polres Nganjuk itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia