Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pagu Penuh, Belasan Siswa Tak Diterima

03 Juli 2020, 14: 59: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

BELUM PENUH: Operator SDN Mangundikaran 1 bersiap mengecek situs PPDB online kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD, ada lima sekolah yang pagunya sudah terpenuhi. Kelimanya untuk kali pertama menggelar PPDB online alias menjadi proyek percontohan.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, lima SD yang pagunya sudah penuh itu mulai SDN Sumberurip 1, Berbak; SDN Begadung 1, Nganjuk; SDN Rejoso 1, SDN Sawahan 1, dan SDN Payaman 1, Nganjuk. Jumlah pendaftar di lima SD tersebut sudah melebihi pagu kemarin. Ada 18 anak yang dipastikan tidak akan diterima di sana.

Terkait adanya belasan siswa yang tidak diterima karena melampaui pagu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nganjuk Mokhamad Yasin mengatakan, jika jumlah pendaftar sudah melebihi kuota, dia meminta guru menguhubungi siswa agar mencabut berkas dan mendaftar di sekolah lain. “Jadi siswa bisa mencari sekolah negeri lain,” ujar Yasin.

Lebih jauh Yasin mengungkapkan, pendaftaran masih akan dibuka hingga Sabtu (4/7) besok. Karenanya, siswa yang terlempar dari sistem PPDB online SD masih memiliki waktu untuk mendaftar di sekolah lain yang pagunya belum penuh.

Sistem zonasi SD, terang Yasin, menggunakan jarak rumah siswa dengan sekolah sebagai patokan. Karenanya, siswa yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah pasti diterima di sekolah yang dituju. “Ini online. Semua bisa memantau lewat internet,” bebernya.     

Untuk diketahui, kondisi lima sekolah yang kelebihan pendaftar itu berbanding terbalik dengan 35 SD negeri lain yang sama-sama membuka pendaftaran secara online. Hingga pukul 18.00 kemarin (2/7), sebanyak 35 lembaga tersebut pagunya belum penuh.

Bahkan di beberapa sekolah jumlah pendaftarnya ada yang kosong dan minim. Misalnya, di SDN Margopatut 1 yang hingga pukul 18.00 tadi malam pendaftarnya masih nol. Kemudian, SDN  Loceret 1 baru ada empat pendaftar. Demikian juga SDN Tanjungtani 1, Prambon; dan SDN 1 Wilangan yang jumlah pendaftarnya masing-masing enam anak dan sembilan anak.

Terkait hal ini, Yasin menyebut kemarin baru pendaftaran hari kedua. Dia optimistis dalam dua hari ke depan sekolah-sekolah tersebut akan mendapat tambahan murid.

Jika hingga penutupan pendaftaran masih ada SD yang kekurangan murid, menurut Yasin disdik akan melakukan evaluasi. “Pendaftaran bisa diperpanjang,” jelas Yasin sembari menyebut evaluasi akan dilakukan hingga pendaftaran SD selesai.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia