Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

DLH Pangkas Puluhan Pohon yang Rawan Tumbang

03 Juli 2020, 14: 57: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

DLH

CEGAH BENCANA: Petugas dari dinas LH memangkas pohon di Jl Jaksa Agung Suprapto yang dahannya mengancam rumah warga. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas Lingkungan Hidup (LH) Nganjuk mengintensifkan perawatan sejumlah pohon hijau untuk mencegah bencana pohon tumbang. Seperti kemarin, mereka memangkas dua pohon sono yang dahannya menjulur ke rumah warga.

Darmaji, 75, warga Jl Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk mengatakan, pohon sono di depan rumahnya itu sudah dilaporkan lama ke dinas LH. “Penebangan baru hari ini (kemarin, Red),” ujar pria yang rambutnya memutih ini.

Meski petugas LH sudah memangkas dua pohon sono yang ada di lingkungannya, menurut pria tua itu seharusnya pemangkasan tidak hanya dilakukan di dua pohon tersebut. Melainkan, di semua pohon hijau Jl Jaksa Agung Suprapto dan Jl Gubernur Suryo.

Alasannya, pohon di dua ruas jalan tersebut sudah terlalu tua. “Beberapa pohon akarnya tidak kuat, kalau hujan berbahaya bisa tumbang lagi,” ungkapnya sembari menyebut pohon itu tidak hanya membahayakan pengendara jalan. Tetpai juga pemilik rumah di dekatnya.

Terpisah, Kepala Dinas LH Nganjuk Tri Wahjoe Kuntjoro melalui Kasi Kerusakan Lingkungan Agus Hariadi mengungkapkan, pengeprasan pohon biasanya dilaksanakan berdasarkan usulan warga. “Kalau ada laporan dari warga kami prioritaskan,” tutur Agus.

Selain dari laporan warga, menurut Agus dinas LH juga tetap melakukan pengeprasan dan penebangan untuk mengantispasi terjadinya bencana. Terutama di musim pancaroba yang biasanya diawali dengan hujan dan angin kencang. “Dalam sebulan kami bisa memangkas 66 pohon yang lokasinya terletak di tepi jalan milik Kabupaten Nganjuk,” bebernya.

Seperti di Jl Gubernur Suryo dan Jl Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Kauman, Kota Nganjuk dilakukan pemangkasan karena khawatir dahan pohon tumbang ke rumah warga. “Tadi ada dua pohon Sono yang dipangkas,” ucapnya.

Terkait lamanya eksekusi pemangkasan pohon, menurut Agus pihaknya menerima banyak laporan dalam sebulan. Karenanya, pemangkasan harus antre. Menyesuaikan jumlah personel dan armada. “Dalam sehari, kami hanya bisa maksimal empat pohon. Kalau yang rindang hanya dua pohon saja,” bebernya.

Pemangkasan tidak hanya berada di Kelurahan Kauman, Kota Nganjuk saja. Melainkan juga di kecamatan lain seperti di Loceret, Pace dan kecamatan lainnya. “Semua laporan kita datangi tapi memang harus menunggu antrean,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam setahun sedikitnya dinas LH mengepras sekitar seribu batang pohon. Jumlah tersebut akan lebih banyak lagi jika ditemukan pohon tumbang saat musim hujan. “Untuk pohon yang akarnya mati akan dipotong. Kalau masih rindang biasanya hanya dikepras,” urainya.

 Terpisah, Haryono petugas lapangan yang menebang pohon mengaku sering diserang ulat yang membuat gatal. Hal serupa juga dialaminya kemarin hingga seluruh badannya bentol-bentol. “Pekerjaan tetap harus diselesaikan meski ada serangan ulat atau serangga lainnya,” akunya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia