Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Kisah Satuan Sabhara Polres Nganjuk Anggota Satgas Covid Hunter

Jalankan Perintah meski Waswas

03 Juli 2020, 14: 33: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Boks

RISIKO TINGGI: Tim Satgas Covid Hunter Polres Nganjuk mengenakan APD sebelum melakukan penyomprotan desinfektan. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Beban tugas anggota Polri bertambah selama masa pandemi Covid-19 ini. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), korps baju cokelat juga terlibat aktif dalam “perang” melawan korona.

ANDHIKA ATTAR, NGANJUK, JP Radar Nganjuk.

Dengan sigap, anggota Satuan Sabhara mengenakan alat perlindungan diri (APD) di halaman Polres Nganjuk. Mulai dari dua lapis masker, face shield, kacamata goggle, baju utama, hingga sarung tangan khusus di bagian terakhir.

Selanjutnya, satutangki berisi penuh disinfektan pun dijunjung satu per satu. Setelah itu, mereka langsung berangkat melakukan penyemprotan. Sasarannya adalah daerah yang masuk zona merah.

“Tentu, rasa waswas tetap ada. Terlebih anggota kami langsung terjun ke daerah yang ada pasien positifnya,” ujar Kasat Sabhara Polres Nganjuk AKP M. Huda kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin.

Bahkan, sering kali pihaknya menjalankan kegiatan tersebut berdasarkan permintaan dari masyarakat. Misalnya, ada warga yang meminta dilakukan penyemprotan di daerahnya karena baru saja ada yang dinyatakan positif korona.

Huda pun tak segan-segan menerjunkan personelnya menuju lokasi tersebut. Namun, sebagai seorang pemimpin, ia tak serta-merta melepas anak buahnya bertugas tanpa perlengkapan yang memadai. Terlebih, dalam urusan ini, musuh yang dihadapi tidak terlihat.

“Saya selalu tekankan, selalu hati-hati dalam bertugas. Patuhi seluruh protokol yang ada, maka risiko akan dapat diminimalisasi,” ujar perwira dengan pangkat tiga balok emas tersebut.

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan memang sangat penting. Pasalnya, kelalaian tidak hanya akan membahayakan diri sendiri. Melainkan juga membahayakan orang lain. Mulai dari rekan sesama polisi hingga keluarga di rumah menjadi taruhannya.

Karenanya, Polres Nganjuk tidak lantas membiarkan anggotanya terjun ke medan “perang” tanpa jaminan yang jelas. Total ada tiga tim yang dibawahi oleh Huda. Semua personelnya mendapat prioritas utama untuk melakukan rapid test.

Hal itu dilakukan untuk memastikan anggotanya tersebut dalam kondisi prima. Terutama, agar tidak ada rasa waswas pada diri sendiri maupun orang di sekelilingnya. Baik itu sesama anggota Polri maupun keluarga yang ada di rumah. “Untuk rapid test kami lakukan secara berkala. Anggota yang masuk tim tersebut yang kami utamakan,” tutur Huda.

Menghadapi gangguan kamtibmas yang tidak terlihat seperti ini, diakuinya memang menguras tenaga dan pikiran. Rasa lelah pun tak dipungkiri senantiasa menghinggapi. “Kalau capek itu sudah pasti. Tapi bagi kami pengabdian yang utama,” tandasnya.

Sama seperti orang lainnya, Huda juga mengaku tidak menyangka akan terjadi pandemi yang berdampak ke berbagai sektor dan lini seperti sekarang ini. Bahkan, hingga Polri dikerahkan secara langsung untuk turut mendisiplinkan dan menjaga kepatuhan terhadap penanganan korona.

Di sisi lain, polisi harus tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Tanpa meninggalkan tugas tambahan dalam Satgas Covid Hunter, tanggung jawab menjaga kamtibmas juga tetap harus diemban. “Harus tetap jalan beriringan. Kamtibmas terjaga. Penanganan korona juga tetap berjalan,” sambung Huda.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto. Ia mengaku bahwa di ulang tahun ke-74 Korps Bhayangkara ini, mereka menghadapi berbagai tantangan. Seperti halnya peran yang diemban Satgas Covid Hunter.

Handono menjelaskan, lini tersebut memang disiapkan untuk penanganan pasien positif korona yang membandel. Semisal, kabur dari tempat karantina atau rumah singgah. Yang mana, hal tersebut dapat membahayakan masyarakat lainnya.

Beruntung, di Kota Angin sendiri, tidak sampai terjadi hal tersebut. Alhasil, peran satgas tersebut pun disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. “Armada armoured water cannon (AWC) kami sulap menjadi kendaraan penyemprot disinfektan,” tutur orang nomor satu di Polres Nganjuk.

Hal tersebut dilakukan pihaknya tak lain untuk menciptakan rasa aman di masyarakat. Dengan suasana kondusif yang terbangun, diharapkan produktivitas masyarakat akan meningkat.

“Kami senantiasa akan berjalan bersama dengan masyarakat untuk melewati pandemi ini. Selama kita bekerjasama dan saling disiplin, kita akan bisa melewatinya,” tandas Handono mantap.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia