Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Naik, Kembali Inflasi

Tempati Urutan Keempat Se-Jatim

03 Juli 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PEMICU INFLASI : Pembeli daging ayam di Pasar Setonobetek. Daging ayam menjadi salah satu komoditas pendorong inflasi Kota Kediri.

PEMICU INFLASI : Pembeli daging ayam di Pasar Setonobetek. Daging ayam menjadi salah satu komoditas pendorong inflasi Kota Kediri. (HABIBAH A. MUKTIARA)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kota Kediri kembali mengalami inflasi pada bulan Juni lalu. Setelah Mei lalu mengalami deflasi sebesar 0,08 persen, kali ini mengalami inflasi 0,025 persen. Di Jawa Timur (Jatim), inflasi Kota Kediri berada di urutan ke empat setelah Kota Surabaya.

“Setelah sempat mengalami deflasi, pada Juni, Kota Kediri kembali mengalami inflasi,” terang Kasi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Adi Wijaya.

Dari data yang dirilis BPS Kota Kediri, inflasi pada Juni terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Beberapa komoditas utama yang mendorong inflasi adalah daging dan telur ayam ras, rokok kretek filter, kacang panjang, bayam, obat dengan resep, shampo, sabun wajah, kentang dan wortel.

Seperti yang diketahui bulan lalu, menjelang akhir bulan Juni, harga daging ayam ras mengalami kenaikan harga. Daging ayam potong yang semula dijual dengan harga Rp 34 ribu kini dijual dengan harga Rp 38 ribu per kilogram. Faktor penyebab naiknya harga ayam ini disebabkan banyak peternak yang belum panen.

Kentang dan wortel, yang merupakan komoditas hortikultura memang mengalami kenaikan. “Sedangkan komoditas yang menekan inflasi ada emas perhiasan, cabai rawit, cabai merah, bawang putih, beras, pengharum cucian atau pelembut, minyak goreng, gula pasir dan bawang merah,” imbuhnya.

Adi menjelaskan pada inflasi kali ini, kelompok makanan, minuman, dan tembakau

kelompok makanan, minuman, dan tembakau inflasi sebesar 0,68 persen. Dari 3 sub kelompok pada kelompok ini, semua subkelompok mengalami inflasi. Sub Kelompok makanan dengan inflasi sebesar 0,94 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi 0,07 persen dan sub kelompok rokok dan tembakau inflasi sebesar 0,95 persen.

“Tingkat inflasi tahun kalender 2020 sebesar 1,14 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun pada bulan Juni 2020 terhadap Juni 2019 sebesar 2,22 persen,” kata Adi.

Sementara itu, untuk diketahui dari delapan kota indeks harga konsumen (IHK), enam di antaranya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Malang sebesar 0,44 persen. Inflasi terendah terjadi di Banyuwangi sebesar 0,06 persen. Sedangkan yang mengalami deflasi pada Bulan Juni terjadi di Sumenep sebesar 0,15 persen. (ara/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia