Jumat, 07 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pertambahan Kasus Korona, Kabupaten 3 Kota 1

Angka Kesembuhan Naik Lagi

03 Juli 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

SEMPROTI SEKOLAH : Petugas dari BPBD Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di SD Pojok, Kecamatan Mojoroto kemarin pagi.

SEMPROTI SEKOLAH : Petugas dari BPBD Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di SD Pojok, Kecamatan Mojoroto kemarin pagi. (IQBAL SYAHRONI/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri– Kesiapan Kota Kediri memasuki zona hijau kian terlihat. Tingkat kesembuhan kasus korona sudah menyentuh 75 persen. Artinya, dari semua pasien positif yang berjumlah 60 sudah ada 44 orang yang dinyatakan sembuh. 

Jumlah itu ditopang dari empat pasien sembuh yang diumumkan Wali Kota Abdullah Abu Bakar kemarin petang, sekitar pukul 16.30. “Sembuhnya pada tanggal 1 Juli kemarin. Hari ini (kemarin, Red) total sudah ada 44 orang yang sembuh,” ujarnya. Mereka yang sembuh itu berasal dari Kelurahan Sukorame, Kelurahan Tamanan, Kelurahan Tempurejo, dan Kelurahan Bangsal.

Perkembangan positif itu membuat Abu optimistis bisa mencapai zona hijau. Karena itu dia berharap doa restu serta dukungan dari warga kota agar mereka lebih cepat masuk ke zona hijau. Alasannya karena angka kesembuhan yang meningkat dibanding pertambahan kasus.

Hingga saat ini Kota Kediri masih masuk zona kuning. Hal itu berdasarkan pemetaan wilayah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Satu tingkat lebih baik dibanding Kabupaten Kediri yang masih berada di zona oranye.

Perkembangan terbaru lagi, jumlah pasien positif di Kota Kediri bertambah satu lagi. Kini totalnya menjadi 60. Satu penambahan ini membuat Kota Kediri pecah telur setelah beberapa hari tidak terjadi penambahan kasus. Sebelumnya, selama sepuluh hari Kota Kediri mencatatkan zero penambahan.

Berdasarkan website korona milik pemkot, satu warga positif itu berasal dari Kelurahan Singonegaran. Hanya, konfirmasi resmi hingga tadi malam belum diperoleh. Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr Fauzan Adima belum bisa dihubungi.

Sementara itu, perkembangan tersebut membuat Pemkot Kediri mulai melakukan penyemprotan disinfektan ke sekolah-sekolah. Mulai dari TK, RA, SD, MI, MTS, dan SMP. “Sudah dijadwalkan dari disdik dan dari pemkot untuk penyemprotan,” terang Kasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno.

Saat ditemui di SDN Bujel 2, bersama dengan anggota penyemprot dari BPBD Kota Kediri, Adi menjelaskan bahwa penyemprotan disinfektan ini terus dilakukan di sekolah-sekolah sejak Rabu (1/7). Hingga kemarin sudah 67 yang telah disemprot. Sekolah itu tersebar di Kecamatan Mojoroto.

“Sudah dijadwalkan (penyemprotannya). Ada empat regu per harinya yang menyebar ke setiap sekolah untuk melakukan penyemprotan,” terang lelaki yang kemarin mengenakan kaos hitam tersebut.

Adi menjelaskan bahwa penyemprotan ini terus dilakukan untuk menyambut kalender ajaran tahun pembelajaran baru di Kota Kediri. Karena dari jadwal sementara, sekolah dimulai pada 13 Juli 2020. Untuk pemunduran dan pemajuan jadwalnya, menurut Adi, merupakan kewenangan disdik. “Untuk jadwal pastinya apabila berganti kami tidak tahu. Kami hanya menjalankan tugas untuk penyemprotan sampai 13 Juli mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, penambahan kasus positif korona lagi-lagi masih terjadi di Kabupaten Kediri. Dari kabar terbaru tadi malam, ada tambahan 3 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara kabar baiknya, ada dua orang dinyatakan sembuh.

Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib mengatakan, dua pasien sembuh itu dari klaster berbeda. Yakni klaster Surabaya dan klaster Baru. Untuk klaster Surabaya merupakan warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang.

“Dan untuk yang klaster baru adalah warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare,” ujar Chotib. Ia menegaskan bahwa yang sembuh tadi malam itu setelah menjalani swab ulangan dan dinyatakan negatif dua kali berturut-turut.

Selain kabar kasus kesembuhan, tadi malam juga masih ada mereka yang dinyatakan positif korona. Rinciannya, dari klaster Pasuruan yakni warga Desa Mejono, Kecamatan Plemahan. Karena bergejala dan mengalami sakit maka yang bersangkutan saat ini dirawat di RS Bhayangkara Kota Kediri.

“Untuk dua lainnya merupakan klaster baru,” tambah Chotib.

Dua pasien yang masuk klaster baru itu yakni warga Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, yang saat ini dirawat di RS HVA Toeloengredjo Pare. Juga warga Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo. “Untuk pasien ini sedang dirawat di RS Ahmad Dahlan Kota Kediri,” jelasnya.

Dari tambahan kasus positif dan kesembuhan tadi malam, update data korona di Kabupaten Kediri menjadi 206 kasus positif. Dengan rincian 144 orang dirawat, 48 orang sembuh, dan 14 orang meninggal.

Karena sampai saat ini masih terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, dr Chotib terus menekan masyarakat tetap kedisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Yakni dengan cara meningkatkan kepedulian bersama. “Mari bersama-sama kita cegah penyebaran Covid-19 dengan mentaati aturan demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (syi/din)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia