Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Polres Kediri Belum Terapkan Sepenuhnya Pelonggaran Kerumunan

Jam Malam Masih Berlaku

03 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Jam Malam Masih Berlaku

Jam Malam Masih Berlaku (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Kapolri Jenderal Idham Aziz memang telah mencabut maklumat Kapolri tentang pelarangan kerumunan. Namun di wilayah Polres Kediri, pencabutan itu belum bisa dilaksanakan sepenuhnya. Masih ada pembatasan bahkan pemberlakuan jam malam.

Belum diterapkan sepenuhnya aturan pelonggaran kerumunan itu disebabkan status wilayah Kabupaten Kediri. Hingga saat ini wilayah kabupaten belum masuk zona aman. Masih berstatus zona oranye. Atau hanya satu tingkat di bawah zona merah.

“Kami masih akan intensif melaksanakan patroli berskala sedang. Kami bergabung dengan TNI dan Satpol PP. Patroli ini kami laksanakan setiap hari,” tegas Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono kemarin.

Menurut Lukman, patroli akan berlangsung setiap malam. Mulai pukul 20.00 WIB. Setelah apel bersama tim gabungan bakal menyisir tempat-tempat yang rentan muncul kerumunan.

“Jika masih menemukan masyarakat yang bergerombol, yang nongkrong-nongkrong tidak perlu, kami bubarkan. Mereka kami imbau untuk pulang,” tegas Lukman.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Aziz mengeluarkan pencabutan maklumat larangan kerumunan itu pada Kamis (25/6). Kemudian ditindaklanjuti dengan surat telegram no STR/364/VI/OPS.2./2020 tertanggal 25 Juni 2020 tentang perintah kepada jajaran mengenai pencabutan maklumat Kapolri dan upaya mendukung kebijakan adaptasi baru/new normal.

Ketentuan maklumat itu sebelumnya tercantum dalam Maklumat nomor MAK/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus korona (Covid-19). Meskipun maklumat tersebut dicabut namun di Kediri masih melakukan pembatasan. Kegiatan yang mengumpulkan massa banyak masih dibatasi. Terlebih jika kegiatan tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Jadi bukan berarti dengan dicabutnya maklumat ini kegiatan masyarakat akan bisa sebebas-bebasnya. Tetap kami lakukan pembatasan-pembatasan. Terhadap orang yang berkerumun dengan jumlah tertentu yang cukup banyak akan tetap dilarang,” terang Lukman.

Menurut Lukman, tercapainya new normal itu jika masyarakat sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Sehingga pihaknya akan terus berupaya mendisiplinkan masyarakat yang lalai terhadap protokol kesehatan.

“Karena kunci dari kesuksesan new normal ini adalah masyarakat tumbuh dalam dirinya sendiri kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan,” terang Lukman.

Sementara menurut Lukman, untuk masyarakat yang tidak mengindahkan protokol itu akan tetap dikenakan sanksi. Mulai sanksi berupa membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi hingga sanksi pidana yang sudah diatur di KUHP.  

“Jadi ini diatur semua di KUHP. Kalau ini perlu diterapkan kami akan menerapkan,” tandas Lukman.

Meskipun demikian, Lukman menyebut polisi tetap mengedapankan tindakan preventif atau pencegahan terlebih dahulu. Seperti memberikan imbauan. Selain itu juga memberi masker pada masyarakat yang tidak memakai masker. Untuk penindakan pidana adalah jalan terakhir. (ren/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia