Jumat, 07 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ikut Khataman, 34 Warga Betet Di-rapid Test

02 Juli 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

BERANI: Salah seorang anak di Desa Betet, Ngronggot diambil sampel darahnya dalam rapid test yang berlangsung di halaman rumah warga kemarin. Test dilakukan karena total ada 34 warga yang kontak dengan pasien positif Covid-19. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, sebanyak 34 warga Desa Betet, Ngronggot menjalani rapid test di halaman rumah salah satu warga kemarin. Mereka diperiksa karena sebelumnya melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi ke-87 yang juga warga setempat. Puluhan ibu-ibu itu sebelumnya mengikuti hajatan khataman yang digelar pasien.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, pasien terkonfirmasi ke-87 ikut swab di Surabaya. Dia bekerja sebagai sopir dan terindikasi tertular dengan temannya sesama sopir dari Surabaya.

“Kami tahu pasien positif setelah ada kabar dari Dinas Kesehatan Surabaya yang berkoodinasi Dinkes Nganjuk. Tim PSC 119 saat itu langsung melakukan pelacakan dan tindak lanjutnya pasti rapid,” ujar Hendri.

Dari hasil tracing yang dilakukan gugus tugas, pasien diketahui sempat pulang ke rumahnya di Desa Betet, Ngronggot sebelum hasil swab-nya keluar. Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Desa Betet Suhartini.

Menurut perempuan berjilbab itu, pasien langsung pulang ke rumah usai mengikuti swab di Surabaya. “Dia belum tahu hasilnya swab-nya, orangnya terlihat sehat-sehat saja,” ungkap Suhartini.

Dengan kondisi tubuh yang sepintas terlihat sehat itulah, pasien lantas memutuskan pulang ke rumah tanpa melapor ke pihak desa. “Di rumahnya (pasien konfirmasi 87, Red) memang mengadakan hajatan atau kirim doa, ya khataman Yasin. Mengundang ibu-ibu yang ada di sekitar rumahnya,” beber  Suhartini.

Jamaah yang hadir pada Minggu (28/6) lalu itu pula yang dilacak oleh gugus tugas. Sesuai data undangan, total ada 34 orang yang datang ke rumah pasien. “Tidak hanya orang tua, tadi ada empat orang anak-anak yang di-rapid,” jelas Suhartini.

Sekitar pukul 14.00, hasil rapid untuk puluhan orang itu sudah keluar. Semuanya dinyatakan nonreaktif. “Kalau tadi ada yang reaktif, tim kesehatan akan lakukan tracing tahap dua. Kami bersyukur semuanya nonreaktif termasuk keluarga pasien,” beber kades dua periode ini.

Khusus untuk keluarga pasien, meski hasilnya nonreaktif mereka tetap diminta untuk melakukan isolasi mandiri. “Mereka juga harus melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” imbuhnya.  

Pantauan koran ini, pelaksanaan rapid test masal ini dilakukan sekitar pukul 09.30. Sebelum rapid dimulai, sejumlah petugas yang akan melakukan pelayanan lebih dulu disemprot disinfektan agar steril. Setelah semua siap, warga yang antre dan duduk di kursi dengan jarak tertentu itu dipanggil satu per satu.

Setelah warga selesai menjalani rapid test, seorang personel polisi yang bertugas di sana meminta agar warga tidak berkeliaran usai di tes. Melainkan, diam di rumah dan melakukan isolasi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia