Jumat, 07 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pasien Covid-19 Tembus 90 Orang

Klaster Terbanyak Berasal dari Surabaya

02 Juli 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Pasien Korona (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK,JP Radar Nganjuk-Pasien Covid-19 di Kabupaten Nganjuk tembus 90 orang. Hal tersebut setelah Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nganjuk merilis sembilan pasien terkonfirmasi positif baru kemarin. Tak hanya jumlah kasusnya yang membengkak, zona merah di Kota Angin juga bertambah setelah di Kecamatan Ngetos ditemukan kasus korona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, pasien dari Kecamatan Ngetos memang baru dimasukkan ke data Nganjuk kemarin. Meski, hasil swab pasien laki-laki berusia 46 tahun itu sebenarnya telah keluar Rabu (24/6) lalu. “Saat itu belum masuk data Nganjuk karena dia punya KTP Surabaya,” ujar Hendri tentang riwayat pasien yang dirawat di RSUD Gambiran, Kota Kediri itu.

Berdasar koordinasi lanjutan dengan gugus tugas Surabaya, pasien lantas dimasukkan data Kabupaten Nganjuk. Sebab, pasien tersebut tidak pulang ke Surabaya.

Selain lansia asal Ngetos tersebut, Hendri membeber data delapan pasien Covid-19 lainnya. Termasuk, pria berusia 66 tahun asal Kertosono yang dirawat di RSUD Kertosono. Seperti diberitakan sebelumnya, pasien yang hasil swab-nya keluar Senin lalu itu meninggal sekitar pukul 05.30 hari itu juga.

Adapun tujuh pasien lain berasal dari beberapa kecamatan. Di antaranya, pria berusia 45 tahun asal Loceret. “Rapid awalnya nonreaktif ,” lanjut Hendri.

Setelah memgalami gejala seperti panas, batuk, dan pilek, pasien langsung di-swab dan diketahui hasilnya positif. Pasien ini menurut Hendri punya riwayat berpergian ke Pasuruan dan dirawat di RSUD Nganjuk. 

Selain tiga orang tersebut, enam pasien lainnya juga dari latar belakang yang berbeda. Termasuk tiga pasien yang merupakan satu keluarga. Yaitu, perempuan berusia 55 tahun, 27 tahun, dan anak perempuan berusia 9 tahun asal Kertosono. “Belum ada informasi dari mana keluarga ini tertular. Mereka juga tidak ada riwayat bepergian,” terang Hendri.

Demikian juga dengan pasien laki-laki berusia 62 tahun asal Prambon yang belum ada kejelasan riwayat kontak dan penyakitnya. Pasien lansia tersebut saat ini dirawat di RS Muhammadiyah Kota Kediri.

Dua pasien lainnya adalah pria berusia 40 tahun asal Ngronggot yang bekerja sebagai sopir. Kemudian, perempuan berusia 40 tahun asal Wilangan. “Pasien Wilangan ini sempat kontak dengan warga dari Surabaya. Pasien di-rapid test dan reaktif,” jelas pria yang juga sekretaris Dinas Kesehatan Nganjuk itu.

Selain sembilan pasien terkonfirmasi positif tersebut, menurut Hendri kemarin juga ada tambahan satu pasien yang sembuh. Yakni, laki-laki berusia 37 tahun dari Wilangan.

Sempat menjalani perawatan di RSUD Nganjuk, pasien kini sudah diperbolehkan pulang. “Jumlah pasien sekarang menjadi 90 orang, yang sembuh 36 orang, yang meninggal 10 orang,” urai Hendri.

Sementara itu, penambahan juga terjadi untuk beberapa status lainnya. Pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah dua orang menjadi total 162 kasus.

Kemudian untuk jumlah orang tanpa gejala (OTG) juga bertambah menjadi 2.371 kasus. Terakhir, orang dalam risiko (ODR) tembus 45.651 orang.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia