Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sekolah di Nganjuk Jemput Bola, Begini Alasannya

Hari Pertama PPBD SD Masih Sepi

02 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

PATUHI PROTOKOL KESEHATAN: Dua siswa mendaftar di SDN 1 Banjaranyar kemarin. Hari pertama PPDB SD, sejumlah sekolah terlihat sepi. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD negeri tahun ini dilakukan dengan cara baru. Meski secara resmi pendaftaran baru dibuka hari ini, rupanya jauh hari sebelumnya para guru sudah bergerilya mencari murid. Mereka jemput bola untuk bisa memenuhi pagu sekolah.

Upaya jemput bola ini terpaksa dilakukan karena selama beberapa tahun terakhir banyak SD negeri yang pagunya tidak penuh. Di antaranya di SDN Banjaranyar 1 Tanjunganom. “Sebelum PPDB kami sudah mendata total ada 21 pendaftar,” ujar Kepala SDN Banjaranyar 1 Siti Fatonah.

Dengan pagu total 28, tentu saja jumlah tersebut belum bisa memenuhi pagu. Karenanya, bersama para guru mereka membuka pelayanan pendaftaran kemarin. Fatonah berharap pagu sekolahnya bisa penuh dalam pendaftaran selama beberapa hari ke depan. 

Diakui Fatonah, sebanyak 21 calon siswa yang terkumpul sebelum pendaftaran itu berkat kerja sama dengan komite sekolah. Mereka aktif ikut membantu mencari siswa baru. “Cukup kelas IV, III dan II saja yang kurang kuota, tahun ini sebisa mungkin terpenuhi,” harapnya.

Mengapa sekolah bisa kekurangan murid? Ditanya demikian Fatonah menyebut, jadwal PPDB SD swasta biasanya selalu lebih dulu dibanding SD negeri. Sehingga, banyak siswa yang mendaftar ke sekolah swasta. “Kami baru membuka pendaftaran, biasanya sekolah swasta sudah selesai penerimaannya,” beber Fatonah.

Untuk menarik minat siswa bersekolah di tempatnya, Siti juga mengaktifkan kegiatan kesiswaan. Mulai dari keagaamaan, seni, hingga olahraga dan kepramukaan. Semua diaktifkan agar orang tua siswa yakin dengan kualitas sekolah.

Pantauan koran ini, PPDB SD negeri hari pertama kemarin masih relatif sepi. Saat Jawa Pos Radar Nganjuk mendatangi SDN Banjaranyar 1 kemarin hanya ada dua orang yang mendaftar.

Sesuai protokol kesehatan, pihak sekolah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun. Tidak hanya itu, kursi untuk orang tua dan calon siswa yang menunggu administrasi pendaftaran juga dibuat dengan jarak tertentu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia