Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Empat Warga Kota dan Satu Warga Kabupaten Sembuh

Juni Tertinggi Kesembuhan

01 Juli 2020, 13: 55: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Empat Warga Kota dan Satu Warga Kabupaten Sembuh

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri –  Kabar baik kembali datang. Empat warga Kota Kediri yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 sembuh. Membuat total pasien sembuh menjadi 40 orang.

Dua warga yang sembuh itu berasal dari Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Pesantren. “Dari klaster Tulungagung,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Tambahan empat itu membuat Juni menjadi saat tertinggi adanya pasien sembuh. Yaitu mencapai 33 orang yang lepas dari korona sepanjang Juni. Sementara total kasus positif hingga saat ini sebanyak 59 orang.

Kepala dinas kesehatan (dinkes) itu menjelaskan bahwa kesembuhan ini juga berdasarkan dari hasil swab test selama dua kali berturut-turut. Hasilnya harus menunjukkan dua kali negatif. Tes itu dilakukan satu minggu sekali.

Dari data yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Kediri, para pasien ini merupakan orang tanpa gejala (OTG). Memang, OTG ini diklasifikasikan orang yang memiliki Covid-19 yang mendekam di dalam tubuh mereka. Namun tidak menunjukkan gejala klinis Covid-19 seperti batuk, bersin, demam, dan lainnya.

Namun OTG ini tingkat bahayanya lebih tinggi karena tidak menunjukkan gejala klinis. Pasien OTG masih bisa menularkan ke orang lain tanpa terdeteksi.

Fauzan menerangkan bahwa untuk warga yang sembuh ini akan dipantau kesehatannya. Mereka masih diminta menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sementara untuk keluarga dan tetangganya juga diminta untuk tidak menjauhi karena penyakitnya yang pernah diderita. “Stigma dari masyarakat terhadap pasien, juga harus dihilangkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, di Kota Kediri saat ini masih ada 18 warganya yang dirawat di rumah sakit rujukan. Baik di RS Kilisuci, maupun di RS Gambiran. Angka kesehatan di Kota Kediri juga sudah menyentuh 70 persen  lebih dari total 59 warganya yang terkonfirmasi.

Dari Kabupaten Kediri, upaya penanganan korona secara masif, sepertinya, harus benar-benar dilakukan. Karena wilayah ini masih berstatus zona oranye. Pemkab dan masyarakat perlu bersinergi agar mencegah meluasnya persebaran virus ini.

Data terakhir, ada 202 g kasus terkonfirmasi positif korona. Sementara  kasus sembuh masih di angka 21,3 persen. Atau hanya 43 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 13 orang atau 6,4 persen.

Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Kediri belum masuk zona aman. Masih zona oranye. Masih terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Oleh karena itu kembali kami sampaikan kepada masyarakat untuk mematuhi dan disiplin dalam mencegah penularan Covid-19,” tekan dr Chotib.

Berdasarkan peta Provinsi Jatim tersebut, aspek penularan masih tinggi. Sehingga kebijakan untuk normal baru belum bisa diterapkan di daerah ini. Chotib menyatakan bahwa syarat new normal itu harus berada di zona hijau. Tentu saja untuk mencapai itu perlu kepedulian masyarakat.

Terkait tren perkembangan kasus, ia menyebut ada perhitungan dari gabungan tiga indikator itu. “Perlu memperhatikan jumlah kasus baru, angka kesembuhan, angka kematian dalam 2 minggu,” jelasnya.

Yang jelas, dalam dua minggu tersebut, perlu adanya upaya untuk menekan kasus. Tidak boleh mengesampingkan prosedur pelacakan. Salah satunya adalah harus benar-benar objektif.

Dari screening itu akan didapatkan orang yang berpotensi menularkan. Sehingga dapat dicegah dengan cara karantina pada orang yang berisiko tersebut. Termasuk dalam pemeriksaan laboratorium yang saat ini sedang disiapkan oleh RSKK Pare.

Kabar terbaru kemarin, ada penambahan pasien sembuh di Kabupaten Kediri. Yakni pasien asal klaster baru Desa Puhsarang, Kecamatan Semen. Hingga saat ini GTPP terus melakukan upaya pencegahan seperti penyemprotan desinfektan di pondok pesantren. Termasuk melakukan edukasi pada warga yang berisiko tertular di daerah zona merah. (syi/din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia