Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Saat Hari Bhayangkara Berlangsung di Tengah Pandemi Covid-19

Lawan Korona, Tekan Kriminalitas

01 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Lawan Korona, Tekan Kriminalitas

Lawan Korona, Tekan Kriminalitas (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

Saat Hari Bhayangkara Berlangsung di Tengah Pandemi Covid-19

Lawan Korona, Tekan Kriminalitas

Hari Bhayangkara yang jatuh hari ini terasa spesial. Berlangsung ketika pandemi Covid-19 masih  mengancam. Polisi pun harus menghadapi lawan ganda, korona dan kriminalitas.

“Program paling dekat  masih berkaitan dengan Covid-19.” Kalimat itu diucapkan oleh Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono kemarin. Saat dia ditanya agenda institusinya terutama saat memeringati hari Bhayangkara, hari jadi kepolisian RI.

Menurut Lukman, polisi muncul dari masyarakat. Keberadaannya pun bersinggungan langsung dengan masyarakat. Artinya, peran polisi tak bisa dilepaskan dari semua problematika masyarakat. Apa yang menjadi musuh masyarakat sudah pasti menjadi musuh polisi.

Saat ini korona datang menjadi musuh paling utama. Polisi pun punya tanggung jawab ikut menanggulangi. Salah satu upaya dengan pembentukan kampung tangguh. Kampung yang didesain mampu menghadapi ancaman korona dengan segala dampak penyertanya.

“Kampung tangguh itu tujuannya untuk memberikan stimulus. Pentingnya memiliki kemandirian untuk bisa mengatasi permasalahan di wilayahnya masing-masing,” beber Lukman.

Polres Kediri sendiri mulai gencar membentuk kampung tangguh sejak Mei. Mula-mula di tiga wilayah Kabupaten Kediri. Yaitu Desa Dukuh di Kecamatan Ngadiluwih, Desa Tulungrejo di Kecamatan Pare, dan Desa Toyoresmi di Kecamatan Ngasem. Tiga desa tersebut dipilih karena pada saat itu tingkat warga yang terkonfirmasi positif korona relatif tinggi.

Bermula dari tiga desa itu program ini kemudian merembet ke desa-desa lain. Kini nyaris seluruh desa di Kabupaten Kediri sudah berstatus sebagai kampung tangguh. Bahkan di Juni lalu lembaga yang dijadikan tangguh bertambah. Tak hanya kampung tapi juga pondok pesantren, pabrik, pasar, dan lembaga-lembaga lain yang rentan diserang korona.

Di kampung-kampung yang berstatus tangguh itu harus memiliki elemen dasar. Jumlahnya tujuh elemen. Seperti memiliki posko pusat informasi, sistem pengamanan kampung, sumber daya manusia (SDM) terlatih yang bisa melakukan evakuasi dan pemulasaraan korban Covid-19, pemakaman jenazah korban Covid-19, lumbung pangan, serta petugas konseling psikologi serta bimbingan rohani dan spiritual  (binrohtal).

“Peran masyarakat itu justru efektif untuk melawan ancaman dan gangguan. Termasuk juga Covid-19. Masyarakat sendiri yang di sana melengkapi sarana dan prasarana,” ungkap Lukman.

Seberapa efektif pembentukan tempat-tempat tangguh itu? Menurut Lukman, pembentukan tempat-tempat tangguh itu efektif menurunkan tingkat penyebaran Covid-19. Terutama di wilayah hukum Polres Kediri.

“Bisa membantu menekan penyebaran virus Covid-19. Dari semula urutan ke-4, sekarang di urutan ke-11. Turun drastis,” ungkap Lukman.

Selain itu, kampung tangguh juga mampu menurunkan tingkat kriminalitas di wilayah hukum Polres Kediri. Hal tersebut karena masyarakat mampu mengamankan kampungnya dengan membentuk sistem keamanan. Seperti mendirikan poskamling dan membentuk pamswakarsa.

“Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,  justru di saat pandemi tingkat laporan (kriminalitas) masyarakat turun. Jika di bulan sebelumnya jumlahnya 60 atau 50, justru pada Mei itu jadi 30. Karena masyarakat sadar mereka mengamankan kampungnya,” terang Lukman.

Selain itu, menurut Lukman, Polres Kediri juga membentuk motor tangguh dan mobil tangguh. Motor tersebut digunakan untuk patroli di tempat-tempat berkumpulnya massa. Motor tersebut dilengkapi hand sanitizer dan masker. “Masyarakat yang tidak ada tempat cuci tangan, tidak pakai masker, nanti kami beri,” kata Lukman.

Sementara mobil tangguh rencananya akan diadakan di tiga tempat di wilayah hukum Polres Kediri. Mobil tangguh tersebut, menurut Lukman, sudah dimodifikasi. Berbentuk seperti ambulans. “Sewaktu-waktu masyakarat membutuhkan bantuan kami langsung terjun,” terang Lukman.

Semua upaya itu juga terkait dengan tema Hari Bhayangkara tahun ini, Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif. Menurut Lukman, jika keamanan dan ketertiban kondusif, masyarakat jadi produktif. “Mau cari nafkah, cari kerja, atau beraktivitas bisa nyaman, bisa aman. Sehingga mereka produktif,” kata Lukman. (ren/fud)

Masyarakat Disiplin Itu ‘Vaksin’

Sementara itu, di masa pandemi Covid-19, elemen di kepolisian yang sering berhadapan dengan masyarakat adalah Satuan Sabhara. Salah satu tugasnya adalah mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Begitu pula di Polres Kediri, di masa awal pandemi covid-19, Satsabhara nyaris tiap malam melakukan pembubaran massa. “Sekitar bulan Maret, kita melakukan penindakan membubarkan kerumunan dan lain sebagainya,” terang Kasatsabhara Polres Kediri AKP Moch Mansyur kemarin.

Kegiatan tersebut masih berlanjut hingga kini. Sasaran patroli adalah kafe dan tempat-tempat untuk berkumpul. “Sasarannya masyarakat yang bergerombol seperti di kafe kalau malam itu,” terang Mansyur.

Jika siang hari, Sabhara juga terus melakukan upaya pencegahan Covid-19. Dengan melakukan patroli di tempat keramaian seperti pasar, sentra pelayanan kecematan, dan lain sebagainya. “Kalau siang hari, kita patroli sentra-sentra pelayanan atau posko-posko. Baik di desa, maupun di kecamatan yang ada kita patroli,” katanya.

Sementara menjelang New Normal, Sabhara juga tetap melakukan pemantauan terhadap disiplin masyarakat. Sifatnya lebih lunak daripada di masa awal pandemi. “Itu nanti setelah New Normal dari pemerintah, melakukan imbauan, bagaimana masyarakat pakai masker, bagaimana jaga jarak, jangan berpergian jika tidak penting,” terang Moch Mansyur.

Hal sama diungkapkan Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono. Menurutnya, mencegah penyebaran Covid-19 bermula dari disiplin masyarakat itu sendiri. “Masyarakat yang disiplin itu bisa menjadi ‘vaksin’ Covid-19. Seperti mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi,” kata Lukman.

Selain itu, menurut Lukman, di masa pandemi ini, polisi juga melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Salah satu tujuannya untuk mengurangi beban masyarakat. Terutama masyarakat yang terdampak covid-19. Dengan kegiatan kemanusiasn itu, menurut Lukman, masyarakat diharapkan tidak melakukan hal-hal di luar batas.

“Maksudnya untuk mencagah masyarakat menghalalkan segala cara (berbuat kriminal) dalam situasi seperti,” terang Lukman.

Lukman juga menyinggung terkait adanya kritik dari masyarakat. Seperti di Maluku Utara, seorang warga mengunggah guyon Gus Dur di media sosial. Lalu warga tersebut nyaris dipidanakan. Menurut Lukman, untuk hal-hal seperti itu, pihaknya berusaha terus melakukan penyaringan informasi.

“Kalau dari saya, saya berusaha meningkatkan proteksi dini, artinya sekecil apa pun informasi yang muncul, sedini mungkin harus mengetahui, memahami, dan bisa menyelesaikan secara tuntas,” terangnya.

Menurutnya, jangan sampai permasalahan menjadi besar, sedini mungkin harus kita laksanakan proteksi dini, dan intervensi dini. Jadi konsepnya jangan sampai yang besar dikecilkan yang kecil dibesarkan,” pungkas Lukman.

Langkah tak jauh berbeda juga dilakukan Polresta Kediri. Menurut Kasubag Humas AKP Kamsudi, pihak kepolisian terus menghimbau masyarakat agar tertib mematuhi prosedur kesehatan yang ada. Baik bagi warga yang datang maupun  keluar dari desa.

Memang terjadi sedikit pergeseran fungsi polisi, terlebih di masa pandemi korona ini. Karena memang hal inilah yang menjadi fokus utama dan bersama dalam upaya sinergitas antara pemerintah kota dan elemen terkait untuk mengantisipasi penyebaran korona. “Bahkan di malam hari, kita juga melakukan patroli untuk menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan yang ada,” tambahnya.

Dan patroli tersebut memang rutin dilaksanakan setiap malamnya, baik ke warga yang berkerumun, warung-warung maupun cafe yang masih buka harus sesuai protokol kesehatan. Juga untuk penyekatan jalan, menurut mantan Kapolsek Papar tersebut juga salah satu upaya untuk meminimasilir potensi penularan.          “Dilaksanakan juga di perbatasan misal di Tarokan, pintu masuk ke kota (Semampir,Red) untuk mengantisipasi jangan sampai ada orang luar daerah yang masuk dan itu dilakukan puasa sampai hari raya kemarin. Kalau memang kendaraan dari luar kota suruh putar balik,” imbuhnya.

Kamsudi juga menjelaskan dengan adanya kampun tangguh, rekan-rekan Bhabinkamtibmas memang berkecimpung di situ untuk  bersama masyarakat bersinergi agar penyebaran virus tersebut tidak lebih banyak. Namun juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Pasalnya, ada kejadian anggota kepolisian dari Polres Kediri Kota yang terkonfirmasi positif yang tertular dari warga masyarakat. “Seperti yang di Semen tersebut, ada anggota yang kena dan menjalani isolasi. Karena yang bersangkutan menangani kasus kecelakaan dan ternyata ada yang positif korbannya,” jelasnya.

Pihaknya juga menyebut, kinerja pelayanan kepolisian khususnya di wilayah hukum Polres Kediri Kota tetap berjalan seperti biasa dan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.

“Kita sudah berbuat tinggal kesadaran dari masyarakat, masyarakatnya sadar dan disiplin Insyaallah penyebaran di wilayah kita semakin kecil dan segera berakhir,” harapnya. (ren/sam/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia