Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pedagang Pujahito Nganjuk Urung Direlokasi, Alasannya Soal Anggaran

30 Juni 2020, 14: 51: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Pujahito

RUSAK: Kompleks bangunan pujahito di Jl PB Sudirman hanya ditempati oleh beberapa pedagang kaki lima. Rencana merelokasi pedagang di sana terhambat penanganan pandemi Covid-19. (Sri Utami - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Rencana Pemkab Nganjuk untuk merelokasi puluhan pedagang yang menempati area pusat jajanan, hiburan, dan pertokoan (pujahito) tahun ini gagal lagi. Pasalnya, anggaran yang disiapkan untuk merelokasi terpangkas refocusing Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk Gunawan Widagdo. Menurutnya, tahun ini OPD yang dipimpinnya memang berencana merelokasi para pedagang di sana. “Tetapi relokasi belum bisa dilakukan tahun ini karena anggarannya terpangkas untuk penanganan Covid-19,” ujar Gunawan kemarin.

Menghadapi problem anggaran ini, Gunawan mengaku sudah mengusulkan kepada Bupati Novi Rahman Hidhayat agar relokasi tidak lagi menggunakan anggaran daerah. Melainkan, relokasi menjadi tanggungan pihak ketiga yang terpilih menggarap pembangunan mal dan hotel yang terintegrasi dengan Stasiun Nganjuk.

Pujahito

MANGKRAK: Kompleks bangunan pujahito yang rusak banyak ditinggalkan penghuninya. (Sri Utami - radarkediri.id)

Hal tersebut menurut Gunawan bisa saja diterapkan. Syaratnya, kewajiban pihak ketiga merelokasi pedagang dituangkan di dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Nganjuk dengan pihak ketiga. “Jadi, pemkab tinggal menyiapkan lahannya. Pihak ketiga yang melakukan relokasi,” lanjutnya.

Sesuai rencana, Gunawan menjelaskan, sekitar 30 pedagang yang menempati pujahito dan pasar lama Mangundikaran itu akan dibuatkan tempat relokasi di lapangan selatan GOR. Tahun lalu lokasi tersebut sudah dipasang paving. “Dibuatkan pujasera di sana. Tidak perlu yang megah, bisa menggunakan material bongkaran pujahito,” terangnya.

Apakah rencana itu bisa diterapkan tahun ini? Gunawan mengaku belum bisa memberikan jawaban. Pasalnya, meski Bupati Novi sudah sepakat dengan konsep tersebut, saat ini perhatian pemerintah masih pada penanganan Covid-19. “Mungkin tahun depan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, Pemkab Nganjuk berencana membangun mal dan hotel yang terintegrasi dengan Stasiun Nganjuk di lahan pujahito dengan luas total 5.765 meter persegi itu. Sesuai desain yang sempat beredar, rencananya di sana akan dibangun mal dan hotel berkonsep Eropa.

Di bagian tengah mal akan dilengkapi dengan sarana bermain yang lengkap. Selanjutnya, di sekelilingnya ada tempat berjualan untuk UMKM dan sentra kuliner. Konsep ini diyakini tidak akan mematikan usaha kecil yang sudah tumbuh di sekitarnya.

Rencana kerja sama dengan PT KAI tersebut sudah sempat dibahas di kantor PT KAI Jakarta pada awal Agustus 2019 lalu. Tetapi, tindak lanjut kerja sama terhambat penanganan pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum tuntas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia