Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Persyaratan Kurang, Ratusan Orang Ditolak

Hasil Rapid Test Penumpang KA Berlaku 14 Hari

30 Juni 2020, 14: 40: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

KA

KETAT: Penumpang KA mengisi data pribadi di Stasiun Nganjuk sebelum keberangkatan. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Setelah sempat terhenti, kereta api (KA) di Daop 7 Madiun kembali beroperasi sejak 12 Juni lalu. Meski demikian, tidak semua orang bisa menaiki moda transportasi tersebut. Ratusan di antaranya terpaksa ditolak karena mereka tidak bisa melengkapi persyaratan yang diwajibkan.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendri Wintoko mengungkapkan, untuk bisa menggunakan layanan KA, penumpang memang diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, penumpang harus membawa surat keterangan sehat dengan melampirkan hasil rapid test.

Tidak hanya itu, penumpang yang akan berangkat juga harus dalam kondisi sehat. “Petugas akan mengecek suhu tubuh. Tidak boleh lebih dari 37,3 derajat celcius,” ujar Ixfan.

Khusus penumpang yang akan berangkat ke Jakarta, menurut Ixfan mereka juga harus mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta. “Cara mendapatkannya bisa diperoleh dari online, sudah ada panduannya,” lanjutnya sembari menyebut dengan SIKM dan surat hasil rapid test, penumpang bisa bepergian tanpa khawatir ditolak petugas.

Ixfan menjelaskan, PT KAI memiliki kebijakan baru terkait hasil rapid test. Jika sebelumnya masa berlaku surat hasil rapid test dan PCR hanya tiga hari, kini diperpanjang.”Sekarang bisa digunakan untuk waktu 14 hari,” terangnya.

Perpanjangan tersebut, tutur Ixfan, diharapkan bisa mempermudah penumpang. Artinya,penumpang yang melakukan perjalanan singkat tidak perlu melakukan tes ulang selama hasilnya masih berlaku. Apalagi, untuk mendapatkan hasil rapid, calon penumpang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Terlepas dari perpanjangan masa berlaku hasil rapid test dan PCR, Ixfan menyebut PT KAI tetap bersikap tegas terhadap penumpang yang tidak bisa memenuhi persyaratan dari PT KAI. Yakni, dengan menolak atau membatalkan perjalanan mereka.

Sejak beroperasi selama 15 hari terakhir, sedikitnya ada 515 calon penumpang yang ditolak dan dibatalkan keberangkatannya. Sebab, mereka tidak bisa melampirkan persyaratan yang lengkap. “Untuk calon penumpang yang gagal berangkat, uang tiket kita kembalikan 100 persen sesuai harga tiket,” jelasnya.

Terpisah, M. Gunawan, 19, penumpang KA asal Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro. Pemuda yang hendak memenuhi panggilan kerja di Jakarta itu mengaku harus melakukan rapid test dengan biaya Rp 450 ribu.

Dengan biaya rapid test yang mahal itu, Gunawan memilih melakukan tes sehari sebelum keberangkatan. Tujuannya, agar surat keterangan sehat yang dikantonginya memiliki jangka waktu berlaku yang lebih lama.

Sementara itu, selain rapid test, sesuai pengumuman yang tertera di aplikasi online, Gunawan juga harus memenuhi persyaratan lain. Yaitu, membawa surat keterangan sehat dan memakai masker. “Saya juga harus memakai baju lengan panjang,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia