Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pemkab Sebut Situs Tondowongso Terawat selama Pandemi Korona

Pemugaran pun Mundur Tahun Depan

30 Juni 2020, 14: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TERBENGKALAI : Sekelompok bocah bermain dengan latar belakang Situs Tondowongso di Desa Gayam, Kecamatan Gurah kemarin.

TERBENGKALAI : Sekelompok bocah bermain dengan latar belakang Situs Tondowongso di Desa Gayam, Kecamatan Gurah kemarin. (MOCH. DIDIN SAPUTRO / JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Wabah penyakit yang diakibatkan virus korona menjadikan banyak proyek di Kabupaten Kediri tertunda. Salah satunya adalah pemugaran Situs Tondowongso yang ada di Desa Gayam, Kecamatan Gurah. Situs yang pertama kali diekskavasi pada 2007 itu baru bisa dipugar tahun depan.

Meskipun mengalami penundaan pemugaran, pemkab tetap melakukan perawatan cagar budaya itu. Terutama saat masa pandemi korona seperti sekarang ini.

Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Yuli Marwantoko mengatakan selama pandemi perawatan situs cagar budaya di Kabupaten Kediri tak berhenti. “Seluruh situs cagar budaya tetap dibersihkan dan dirawat. Semampu tenaga ahli atau juru pelihara (jupel) pada setiap situs masing-masing,” terang Yuli.

Meskipun tetap melakukan perawatan namun situs tertutup untuk pengunjung. Seluruh akses ke lokasi cagar budaya ditutup. Waktunya hingga turun instruksi terkait pembukaan lokasi wisata minat khusus ini.

“Sekarang sedang pembahasan protokol kesehatan terkait wisata ini. Kami menunggu juknis dari gugus tugas dan siap buka,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa pada 2020 sektor kebudayaan kegiatannya ditunda semua. Termasuk rencana kegiatan ekskavasi lanjutan dan penelitian Situs Candi Tondowongso. “Penelitian dan pemugaran Tondowongso dari BPCB juga ditunda. Candi Adan-Adan juga,” jelasnya.

Padahal, Yuli menyebut, pihaknya sudah bekerjasama dengan dinas pekerjaan umum dan penataan Ruang (PUPR) terkait kegiatan pemugaran tersebut. Yakni untuk peminjaman alat berupa ekskavator.

Khusus pemugaran kawasan bersejarah ini pihaknya telah membahas untuk tindak lanjut. Pemkab berencana menjadikan situs Tondowongso sebagai sarana edukasi bagi pelajar. “Jadi anak sekolah biar lebih memahami sejarah Kediri ini dengan datang langsung ke lokasi. Apalagi Situs Tondowongso sangat menarik untuk dibahas,” ujarnya.

Yuli selama ini prihatin dengan generasi muda. Terutama mereka yang tidak peduli dengan sejarah. Konsep media pembelajaran bagi siswa dengan datang langsung ke situs ini diharapkan jadi solusi. Agar menyadarkan anak muda semakin mengenal dan ikut membantu dalam pelestarian sejarah.

Terkait Situs Tondowongso, Yuli mengatakan sangat luar biasa. Setidaknya kompleks percandian tersebut masih satu era dengan Candi Adan-Adan yang akhir-akhir ini diekskavasi. “Adan-adan Candi Budha, sementara Tondowongso Hindu. Itu bisa menjadi pelajaran bahwa zaman dahulu dengan jarak yang tidak terlalu jauh bisa hidup selaras,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan rencana pemkab membangun cungkup yang bisa melindungi struktur candi. Namun, hal itu sangat tergantung dengan sikap BPCB Jatim. Setelah Balai Arkeologi Jogjakarta menyelesaikan tugasnya, situs Tondowongso telah diserahkan untuk menjadi tanggungjawab BPCB Jatim. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia