Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bantu Jual Motor dan Mobil, Uang Warga Nganjuk Diembat

29 Juni 2020, 13: 15: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Penipuan

(radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Nasib malang dialami Hermanu, 48, warga Kelurahan Ganungkidul, Kota Nganjuk. Sepeda motor dan mobil miliknya yang dijualkan oleh Swt, 51, warga Desa Sonoageng, Prambon justru berbuntut polemik. Uang hasil penjualan tersebut tak kunjung diberikan kepadanya. Alhasil, Herman melaporkan hal itu ke Polres Nganjuk Rabu (23/6) lalu.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar bulan Desember tahun lalu. Kala itu, Herman menyuruh Swt untuk membantunya menjual sepeda motor merek Kawasaki Ninja 250 R bernopol AG 3860 UJ.

“Pelapor meminta agar motor tersebut dijual seharga Rp 30 juta,” ujar Roni kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin. Sepeda motor itu pun diserahkan oleh Herman kepada Swt untuk dipasarkan.

Motor Ninja sempat dibawa oleh terlapor selama beberapa minggu. Hingga akhirnya, pelapor mendapatkan sebuah pesan di HP miliknya. “Pesan tersebut intinya memberitahukan bahwa motor tersebut telah laku terjual,” terangnya.

Hanya saja, ada sebuah kejanggalan di sana. Swt mengaku uang hasil penjualannya belum atau tidak diberikan langsung kepada Herman. Melainkan, dimasukkan deposito atas nama terlapor sendiri.

Herman dijanjikan oleh terlapor jika uang itu tetap akan dapat dicairkan dan dibayarkan pada suatu saat. Namun, hingga jatuh tempo yang dijanjikan, uang tersebut tetap dikuasai oleh Swt. “Sedangkan pelapor tetap tidak bisa menagih uang miliknya tersebut,” imbuhnya.

Bahkan, Swt justru kembali memerdaya Herman bahwa uang tersebut sejatinya akan digunakan untuk membelikan pelapor sebuah Toyota Avanza. Hanya saja, uangnya masih kurang Rp 50 juta lagi. Pasalnya, mobil tersebut dibanderol dengan harga Rp 80 juta.

Terlapor pun memberikan beberapa foto mobil Avanza tersebut agar Herman tertarik. Benar saja, pelapor kembali tertarik dengan penawaran Swt tersebut. Akhirnya, sebuah mobil Panther bernopol AG 1923 VE diprasahkan untuk dijual oleh terlapor.

Seakan tidak belajar dari kesalahannya yang pertama, Herman kembali mengalami hal serupa. Uang hasil penjualan mobil tersebut juga tidak diberikan oleh terlapor. Niat hati ingin mendapatkan mobil Avanza, satu mobil dan motornya justru raib.

“Baik Avanza yang dijanjikan, atau uang hasil penjualan motor dan mobil pelapor tidak diberikan,” tandas Roni. Merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan, Herman pun melaporkan hal tersebut ke Polres Nganjuk.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia