Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dua SMA Negeri di Nganjuk Kekurangan Pendaftar

Jalur Inklusi Hanya Diminati Empat Siswa

29 Juni 2020, 13: 09: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

PPDB (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penerimaan siswa baru untuk SMA negeri di Nganjuk sudah ditutup Sabtu (27/6) lalu. Dari 14 SMA negeri, ada dua sekolah yang pagunya tidak penuh. Yakni, SMAN 1 Pace dan SMAN 1 Loceret yang masing-masing kekurangan 69 dan 140 siswa.

Kekurangan siswa di dua SMA itu disebabkan karena beberapa faktor. Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, kekurangan murid itu bisa karena karakter wilayah atau minat siswa mulai beralih dari SMA ke SMK atau Madrasah Aliyah. “Di kawasan pondok pesantren (daerah santri, Red) siswa biasanya cenderung mondok,” ungkap Edy.

Apalagi, saat ini ponpes sudah dilengkapi dengan sekolah formal baik aliyah atau sekolah kejuruan. Kecamatan Loceret dan Kecamatan Pace, lanjut Edy, merupakan kawasan yang dekat dengan ponpes. Sehingga, dia tidak heran jika banyak lulusan SMP yang memilih untuk mondok atau melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MA).

Untuk diketahui, di SMAN 1 Loceret total ada 252 pagu. Mulai dari PPDB tahap pertama hingga ke tahap tiga, calon siswa yang mendaftar di sekolah ini hanya 112 pendaftar. Rinciannya, tahap pertama 35 pendaftar, tahap dua 63 pendaftar dan tahap tiga hanya 14 pendaftar. “Pendaftar terbanyak tetap pada tahap dua jalur zonasi, termasuk di SMAN 1 Pace,” lanjut Edy.

Di SMAN 1 Pace, pagu sekolahnya sebanyak 216. Jumlah siswa yang mendaftar pada tahap pertama sebanyak 30, kedua 111 dan ketiga hanya enam orang. Total yang mendaftar di SMA N 1 Pace ini hanya 147 pendaftar.

Selain dua sekolah tersebut, pagu di SMAN 1 Sukomoro dan SMAN 3 Nganjuk juga sempat tak penuh akibat pendaftar jalur inklusi atau disabilitas minim pendaftar. Kepala SMAN 1 Sukomoro Sumidi menyebut, jumlah pendaftar jalur inklusi di sekolahnya hanya ada tiga orang. “Padahal kuota yang disediakan ada 24,” terang pria yang juga menjabat kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA ini.

Karena ada 21 pagu yang kosong, sekolah mengalihkannya ke tahap ke tiga jalur prestasi. “Sampai pendaftaran ditutup, jumlah pendaftar sudah memenuhi kuota. Saat ini peserta bisa melihat pengumuman melalui akun masing-masing,” lanjutnya.

Hal yang sama juga terjadi di SMAN 3 Nganjuk. Pendaftar jalur inklusi yang dibuka di sekolah ini hanya diisi oleh satu orang. Sisa kuotanya pun dialihkan ke tahap tiga dan sudah terpenuhi semua. “Jadi dari dua sekolah yang ditunjuk, total pendaftar jalur inklusi di Nganjuk hanya ada empat orang. Semua pendaftar sudah diterima,” beber Sumidi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia