Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sukomoro Jadi Zona Merah Ke-15

Bertambah Lima Orang Pasien Positif Korona

29 Juni 2020, 12: 59: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Kasus Korona di Nganjuk (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jumlah zona merah di Kabupaten Nganjuk bertambah. Kecamatan Sukomoro merupakan red zone ke-15 setelah salah satu pasien yang teridentifikasi positif Covid-19 dari sana meninggal dunia. Sesuai hasil swab yang diterima gugus tugas kemarin, total ada penambahan lima pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru.

Ketua Tim Penanggulangan Virus Korona RSUD Nganjuk dr Mei Budi Prasetyo SpP mengatakan, pasien berusia 37 tahun asal Sukomoro itu meninggal saat masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Nganjuk. “Pasien meninggal pada Kamis (25/6) lalu,” ujar Mei.

Lebih lanjut Mei mengungkapkan, pasien yang memiliki riwayat bepergian dari Jember itu masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) dalam kondisi sakit berat. Saat dicek di laboratorium, dia dinyatakan memiliki gangguan lever berat. “Pasien juga ada azotemia atau fungsi ginjalnya sudah terganggu,” lanjut dokter spesialis paru ini.

Korona

Kasus Korona Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Dalam perawatan lanjutan, pasien sempat di-rapid test dan hasilnya reaktif. “Hasil swab baru keluar setelah pasien meninggal dan dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

Dengan ditemukannya pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Sukomoro, jumlah zona merah di Nganjuk kini menjadi 15 kecamatan. Lima kecamatan lainnya berwarna oranye. Yakni Kecamatan Berbek, Ngetos, Ngluyu, Lengkong dan Jatikalen.

Meski lima kecamatan tidak masuk zona merah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Hendriyanto mengingatkan agar warga tetap waspada akan penularan Covid-19. “Harus tetap menerapkan pola hidup sehat dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Hendri sembari meminta warga sering mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Lebih jauh Hendri mengatakan, selain satu pasien positif Covid-19 yang sudah meninggal saat berstatus PDP, ada empat pasien tambahan lainnya. Mereka berasal dari Kecamatan Gondang, Tanjunganom, dan Ngronggot. “Empat pasien dirawat di sejumlah rumah sakit,” jelas Hendri.

Pasien perempuan berusia 47 tahun dan 14 tahun asal Ngronggot dirawat di RSUD Nganjuk. Keduanya terpapar virus korona setelah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi ke-55.

Selanjutnya, pasien ketiga adalah perempuan berusia 48 tahun asal Tanjunganom. Dia memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi ke-47 yang dirawat di RS Bhayangkara Kediri. “Ini hasil tracing, tetangga terkonfirmasi 47,” beber Hendri.

Terakhir, pasien berusia 48 asal Gondang yang kini dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Sayangnya, dr Hendri belum menerima data terkait keterangan riwayat perjalanan pasien.

Dengan tambahan lima pasien tersebut, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Nganjuk menjadi 81 kasus. Delapan orang dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, 39 pasien lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Nganjuk dan Kediri.

Dikatakan Hendri, selain penambahan lima pasien baru, kemarin juga ada penambahan satu pasien yang sembuh. Dia adalah pasien berusia 23 tahun asal Baron yang merupakan pasien terkonfirmasi positif ke-58. “Pasien sudah diperbolehkan pulang,” terang Hendri tentang kondisi pasien yang dirawat di RSUD Kertosono itu.

Untuk diketahui, dengan penambahan lima pasien positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Nganjuk menyusut menjadi 154 orang. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tetap 107 kasus.

Penambahan terjadi pada orang tanpa gejala (OTG) yang kemarin menjadi 2.213 kasus. Demikian pula orang dalam risiko (ODR) yang naik ratusan menjadi 45.281 kasus.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia