Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Peserta Millenial Harus Punya Mobile JKN

29 Juni 2020, 11: 07: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

FITUR MENARIK: Salah satu peserta JKN-KIS memanfaatkan fitur-fitur yang ada dalam Mobile JKN

FITUR MENARIK: Salah satu peserta JKN-KIS memanfaatkan fitur-fitur yang ada dalam Mobile JKN

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - BPJS Kesehatan terus mengembangkan fitur-fitur pada aplikasi gawai besutannya, Mobile JKN. Lewat pembaharuan terbaru, aplikasi ini memungkinkan Peserta JKN-KIS untuk melakukan skrining mandiri Covid-19 secara online. Lewat menu ini, pengguna cukup menjawab pertanyaan terkait kondisi kesehatan, riwayat perjalanan dan kontak dengan pasien yang terindikasi Covid-19 untuk mendapatkan analisa potensi resiko penyebaran Covid-19 di lingkungannya.

Dalam kondisi ter-update, aplikasi Mobile JKN akan memunculkan notifikasi agar pengguna melakukan skrining mandiri secara terjadwal. Diantara 10 juta pengguna aplikasi Mobile JKN, Randika Wilys Putri (26 tahun) adalah salah satu Peserta JKN-KIS yang telah memanfaatkan fitur ini. Setelah menjawab sekitar 13 pertanyaan yang muncul dari gawainya, Ia dinyatakan beresiko rendah tertular Covid-19 dari lingkungannya.

“Karena iseng saya coba saja dan ternyata hasilnya baik. Skrining ini hampir sama dengan yang disediakan di laman resmi Gugus Tugas, saya pernah mencoba juga. Hanya saja di Mobile JKN kita ditawarkan secara otomatis sehingga nilai pencegahannya lebih dapet,” ujar wanita yang hobi berlari ini.

Sebagai generasi milenial, Wilys sangat antusias menikmati layanan yang disediakan penyedia jasa lewat gawai pintar. Hal ini terbukti dari lengkapnya aplikasi layanan publik dan komersial yang terpasang di gawainya, mulai dari aplikasi jasa transportasi, perbankan, pembayaran, hingga asuransi. Menurut Wilys, layanan yang bisa diakses lewat gawai sangat memudahkan.

“Generasi milenial harus punya aplikasi ini. Layanannya lengkap, bahkan ada yang tidak terbayang untuk disediakan seperti ketersediaan bed di Rumah Sakit. Saya tidak pernah rawat inap, tapi menurut saya ini mengubah kesan layanan menjadi lebih transparan,” tambah Wilys.

Diceritakan oleh Wilys, sebelumnya Ia pernah mendengar keluhan rekan kerjanya yang tidak mendapat ruang perawatan di Rumah Sakit. Bagi Wilys, adanya fitur ini bisa menjawab keresahan atas isu pembatasan ruang perawatan bagi peserta JKN-KIS.

“Kerennya disitu diperlihatkan datanya update setiap 24 jam. Ini Rumah Sakit Simpang Lima Gumul misalnya, baru saja di-update 3 jam yang lalu. Semoga saja tetap konsisten dan menyeluruh ke semua Rumah Sakit,” tutup Wilys.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia