Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Keluarga Basuki Hidayat Budidaya Ikan Lele di Ember

Hasilnya Dibagikan ke Warga Tidak Mampu

29 Juni 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KREATIF: Basuki Hidayat menguras air kolam ikan lele yang sudah keruh di dalam ember

KREATIF: Basuki Hidayat menguras air kolam ikan lele yang sudah keruh di dalam ember (LU’LU’UL ISNAINIYAH)

Share this          

Bermula dari lockdown satu gang karena ada warga yang kena korona, Basuki pun berinisiatif membudidayakan ikan lele. Hanya menggunakan ember. Yang menarik, bagian bawahnya untuk lele, bagian atasnya juga ditanam kangkung. 

LU’LU’UL ISNAINIYAH, Kota, JP Radar Kediri

Sore kemarin, sekitar pukul 14.30, sinar matahari sedang terik-teriknya di pertengahan Kota Kediri, tepatnya di Kelurahan Dandangan Gang 2. Dari Jalan Raya Pemuda masuk ke barat sekitar 100 meter, terlihatlah rumah yang terletak di selatan jalan itu.

Seorang pria sedang sibuk beraktivitas di halaman. Dia membawa timba bekas cat berisi air keruh. Tak hanya keruh, tapi juga menimbulkan bau kurang sedap. “Ini lagi nguras air ikan lele Mbak, soalnya udah keruh banget,” terang pria tersebut sambil menunjukkan timba putih tersebut.

         Dia adalah Basuki Hidayat. Pria yang juga ketua RT 02 RW 06 di Kelurahan Dandangan Gang 2. Sehari-hari ia dikenal dengan panggilan Bas. Selain menjadi ketua RT, ia juga memiliki kesibukan mengurusi budidaya ikan dan kangkung di halaman rumahnya.

         “Ini namanya budidaya ikan dalam ember, di bawahnya ada ikan lele, kemudian atasnya ini kangkung,” terang Bas. Sore itu, ia memang sedang sibuk menguras air dalam ember berukuran 80 liter tersebut. Karena memang air sudah terlihat sangat keruh berwarna kecoklatan dan juga berbau.

         Budidaya yang ia geluti saat ini bernama budidamber, ialah budidaya ikan dalam ember. Budidaya ini hampir sama dengan Aquaponik, hanya saja untuk medianya menggunakan ember besar berukuran 80 liter.

         Ia menceritakan awal mula bagaimana bisa membudidayakan ikan lele dan kangkung ini. Menurut Bas, awalnya Kelurahan Dandangan gang dua sempat terisolasi akibat adanya kasus positif di gang tersebut. “Dulu gang ini sempat di lockdown Mbak, akibat ada warga sini yang positif korona,” tutur pria berusia 46 tahun tersebut.

         Agar kebutuhan warga tetap terpenuhi, dia lalu berinisiatif mulai nembudidayakan ikan dan sayur di rumah. Awal mulanya ia tak mengerti sama sekali bagaimana cara kerja budidaya ini. Karena hal itu termasuk hal baru baginya juga. “Tapi kami dapat bantuan sepuluh set peralatan juga diberi cara menanamnya,” ujarnya dengan menunjukkan beberapa ember di samping rumahnya.

         Menurutnya, membudidayakan hal tersebut termasuk hal yang susah baginya. Karena perawatan ikan lele tidak mudah. Jika air terlalu jernih tidak bagus untuk kesehatan ikan. Sebaliknya, jika terlalu keruh juga tidak baik. Namun, ia tidak henti-hentinya belajar secara otodidak dari youtube.“Saya sama istri juga masih belajar lewat youtube, bagaimana caranya ikan lele ini bisa sehat dan tumbuh besar-besar,” imbuhnya.

         Sudah dua bulan ia menggeluti budidaya ini, dan sudah pernah memanen kangkung. Tentunya kangkung tersebut tidak ia konsumsi sendiri, akan tetapi ia bagikan ke warga kurang mampu. “Ini kemarin baru panen sekali, terus saya bagikan ke warga yang gak mampu,” jelasnya. Meskipun hasilnya masih sedikit, tapi ia ingin hasilnya bermanfaat untuk orang lain juga.

         Tidak hanya kangkung yang ia bagikan, namun hasil panen ikan juga akan dibagikan ke warga sekitar. Hanya saja saat ini belum masa panen untuk lele, karena ikan tersebut masih berukuran sedang. “Ini masih kecil-kecil ikannya belum siap panen Mbak,” paparnya sambil memberi makan ikan lele tersebut.

         Istri Bas, Wantini, 40, menjelaskan jika ingin menambah beberapa ember untuk memperbanyak budidayanya. “Nanti saya mau beli lagi embernya biar tambah banyak hasilnya, kan kalau kangkung panennya sedikit saja,” terang perempuan biasa disapa Wanti tersebut.

         Pasangan suami istri tersebut juga membuka pembelajaran budidaya yang ia geluti kepada warga sekitar yang ingin belajar. Tak hanya warga sekitar saja, namun bagi siapapun yang ingin belajar bisa datang ke rumahnya tanpa biaya sepeserpun. “Kemarin ada beberapa warga sini yang belajar ke rumah, karena mereka juga penasaran,” akunya.

         Sementara itu, di masa pandemi segalanya serba kekurangan. Bas dan Wanti pun tidak hanya berbagi hasil ikan lele dan kangkung. Akan tetapi ia juga menggerakkan warga Kelurahan Dandangan Gang 2 untuk mengumpulkan barang bekas. Nantinya barang tersebut akan dijual ke tukang rongsokan dan uangnya akan dibagikan ke warga tidak mampu juga. (dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia