Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Ayam Melambung

Stok Sedikit karena Peternak Belum Panen

29 Juni 2020, 13: 50: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MAHAL : Pembeli bertransaksi di salah satu kios penjual ayam di Pasar Setonobetek kemarin.

MAHAL : Pembeli bertransaksi di salah satu kios penjual ayam di Pasar Setonobetek kemarin. (HABIBAH A. MUKTIARA/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri– Harga ayam potong kembali melambung dalam tiga hari terakhir. Kenaikannya bisa mencapai Rp 3 ribu per kilogram. Dari semula Rp 34 ribu menjadi Rp 37 ribu per kilogramnya.

Penyebab kenaikan ini adalah mulai menipisnya stok daging ayam. Sementara permintaan relatif tetap. “Harga (daging) ayam mulai naik. Barang mulai langka,” terang Taufik, salah seorang pedagang di Pasar Setonobetek kemarin (28/6).

Mulai berkurangnya jumlah ayam di pasaran terlihat dari suplai yang diterima Taufik. Menurut pedagang ini dia hanya bisa mendapatkan 30 ekor ayam. Padahal dalam kondisi biasanya dia bisa menjual hingga 50 ekor dalam sehari.

“Sebenarnya untuk penjualan masih stabil,” akunya.

Keadaan yang sama juga terjadi di Pasar Kandangan, Kabupaten Kediri. Menurut Lilik Purwanti, salah seorang pedagang di pasar tersebut, faktor sedikitnya suplai ayam potong dari peternak menjadi sebabnya.

“Ketika lebaran dan adanya (pandemi) korona ini stok ayam jadi menipis. Dan panennya baru-baru ini,” kata Lilik.

Menurut Lilik, sedikitnya suplai ayam potong itu karena beberapa peternak memilih menghentikan kegiatannya. Mereka tak beternak karena mendapat banyak kendala. Salah satunya karena mereka kesulitan mendapatkan perusahaan penyuplai ayam. Kebanyakan perusahaan itu mengurangi populasi agar tidak merugi.

Lilik bisa menjelaskan itu karena selain penjual dia juga peternak ayam potong. Dia pun mengaku baru bisa memulai lagi usaha ternaknya baru-baru ini. Umur ayam ternaknya yang berjumlah 22 ribu ekor itupun masih sekitar 10 hari. Padahal agar bisa dipotong harus menunggu usia 35 hari. 

 “Untuk harga ayam dari kandang keadaan hidup satu ekor dijual dengan harga Rp 22 ribu,” imbuhnya.

Dengan naiknya harga ayam ini, berpengaruh dengan jumlah penjualannya. Saat ini dalam satu hari ia hanya dapat menjual sebanyak 40 kilogram. Namun ketika sedang ramai dalam satu hari ia dapat menjual sebanyak 50 kilogram. “Karena harga ayam naik, ini penjual ethek (penjual sayuran keliling, Red) jadi mengurangi pembelian,” imbuhnya. (ara/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia