Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Warga Semampir Kediri Ukur Jalan, Ini Sebabnya

29 Juni 2020, 13: 17: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

UKUR JALAN : Beberapa warga Kelurahan Semampir melakukan pengukuran di Jalan Medangkamulan kemarin.

UKUR JALAN : Beberapa warga Kelurahan Semampir melakukan pengukuran di Jalan Medangkamulan kemarin. (IQBAL SYAHRONI - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Puluhan warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota menggelar aksi kemarin. Mereka benar-benar turun ke jalan. Kemudian melakukan pengukuran mulai dari Jalan Medang Kamulan hingga ke Jalan Mataram.

Pemicu aksi warga ini akibat salah satu pengembang perumahan di lokasi tersebut belum memenuhi janjinya. Yaitu janji akan membangun akses jalan di lokasi tersebut.

“Janjinya membuat jalan sepanjang 1.100 meter. Menyambungkan Jalan Medang Kamulan dan Jalan Mataram,” kata seorang warga bernama Imam Suhadi, sembari menunjuk lokasi calon jalan tersebut.

Imam menjelaskan bahwa dari perjanjian awal, pengembang tersebut menjanjikan jalan selebar 13 meter. Namun, saat dihitung, tidak lebih dari 2,5 meter saja lebarnya. “Warga berpikir, masih belum dibikinkan jalan sesuai kesepakatan awal namun  kok sampai sekarang (kemarin, Red) jalan yang disediakan hanya selebar 2,5 meter saja,” imbuh mantan Lurah Semampir itu.

Imam menjelaskan dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu warga juga membawa meteran. Digunakan untuk mengukur lebar jalan sebenarnya sesuai yang dijanjikan. Selain itu beberapa warga juga membawa martil dan kayu penanda untuk ditancapkan di tanah selebar 13 meter itu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPMK) Semampir Fajar Basuko menjelaskan bahwa saat ini warga Semampir hanya ingin menagih janji kepada pengembang. Sesuai kesepakatan hasil rapat ruilslag yang sebelumnya digelar sekitar 5-6 tahun lalu.

“Memang sudah ada jalan seperti yang njenengan lewati tadi juga. Tapi untuk lebarnya ini yang tidak sesuai kesepakatan,” terangnya.

Bahkan, dari janji awal selebar 13 meter untuk jalan itu ternyata sebagian telah berdiri tembok perumahan. Sehingga semakin memperlihatkan ketidakseriusan pembangunan jalan atau pelebaran jalan.

“Hari ini (kemarin, Red) hanya berkumpul warganya saja. Besok (hari ini, Red), insya Allah akan ke Kantor Kelurahan Semampir untuk membahas ini,” terangnya.

Apabila hari ini dari pihak kelurahan dan pihak pengembang tak menemukan solusi, tidak menutup kemungkinan akan digelar aksi kembali. Aksi kemarin diakhiri dengan pemasangan tapal batas sesuai kompensasi di batas lebar jalan. “Lihat besok (hari ini, Red),” pungkas Fajar.(syi/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia