Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dugaan Bekas Permukiman Kuno di Desa Pagu, Kecamatan Wates

Bisa Sezaman dengan Panjalu

29 Juni 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KUNO: Yudi, anggota Pasak, menunjukkan pecahan tembikar yang ditemukan di area persawahan Desa Pagu, Kecamatan Wates. Di lokasi itu diperkirakan sebagai bekas permukiman kuno.

KUNO: Yudi, anggota Pasak, menunjukkan pecahan tembikar yang ditemukan di area persawahan Desa Pagu, Kecamatan Wates. Di lokasi itu diperkirakan sebagai bekas permukiman kuno. (MOCH. DIDIN SAPUTRO / JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Benda kuno yang diduga dari zaman kerajaan kembali ditemukan. Kali ini berada di Desa Pagu, Kecamatan Wates. Dugaan sementara kawasan tersebut merupakan bekas permukiman kuno.

Dari keterangan pemerhati sejarah Kabupaten Kediri Novi Bahrul Munib, temuan di Desa Pagu ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya juga ada temuan benda-benda purbakala lain. Tak jauh dari sana. "Juga ada bukti arkeologis di Kali Pesu, Desa Pagu," ujarnya.

Sementara untuk penemuan pecahan tembikar dan batu-bata kuno kali ini berada 300 meter dari Kali Pesu. Untuk Kali Pesu sendiri, kata Novi, bukti-bukti arkeologis mulai terungkap pada 1990-an. Yakni setelah adanya kegiatan penggalian tanah pekarangan milik Sutomo di Dusun Krebet, Desa Pagu. "Penggalian saat itu untuk pembuatan sumur memunculkan beberapa bukti-bukti adanya temuan arkeologis," jelasnya.

Dalam catatan Novi, saat itu para pekerja penggalian menemukan struktur batu bata kuno, sebuah yoni, arca tokoh dewa, dan arca Rsi Agastya. Tak jauh dari lokasi penemuan tersebut juga ada  bokor dari batu.

Bukti lain di Kali Pesu, ditemukan juga arung kuno. Termasuk struktur batu-bata. Sementara untuk penemuan terbaru, ia yakin pecahan tembikar di lahan tegal kali ini masih satu kesatuan dengan Situs Kali Pesu.

Masih menurutnya, penemuan yang ada di lahan milik Kalimah di Dusun Sumberurip ini diduga kuat adalah bekas permukiman. Karena dibuktikan dengan ada umpak, pecahan genteng, gerabah, dan keramik. Termasuk uang dan perhiasan berupa manik-manik. Ada juga beberapa tulang dan gigi hewan. Mulai kerbau, babi hutan, dan kuda. Kondisinya tak utuh lagi dan berserakan.

Selain itu juga ditemukan struktur dengan tiga lapis batu bata. Lahan milik Kalimah yang digali untuk bahan tanah uruk di salah satu perumahan di Kota Kediri ini seluas tak lebih dari 2 ribu meter persegi. Rencananya beberapa bulan lagi juga akan dilakukan penggalian di dekat lahan ini.

Terkait masa peradaban penemuan itu dari zaman apa, ia belum bisa memastikan. Menurutnya perlu penelitian lebih jauh. Termasuk mengetahui angka tahun yang ada di uang gobok yang ditemukan.

"Mungkin sezaman dengan (era) Panjalu, kemudian bersambung hingga Majapahit akhir," ungkap pria yang juga ketua Komunitas Pelestarian Sejarah Budaya Kadhiri ini.

Tak hanya di kawasan itu, di salah satu sungai di Desa Silir yang lokasinya berada di barat Desa Pagu juga pernah ditemukan bukti arkeologis lain. Menurut Novi juga masih satu peradaban. "Di sana ada temuan jobong sumur dan bekas rumah di aliran Kali Bulu," tambahnya. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia