Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Keluhkan Harga Cengkih Anjlok

Tidak Bisa Disimpan karena Terdesak Kebutuhan

28 Juni 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MEROSOT TAJAM : Petani sedang waswas karena harga cengkih di pasaran sangat rendah. Mereka membutuhkan sentuhan pemerintah daerah.

MEROSOT TAJAM : Petani sedang waswas karena harga cengkih di pasaran sangat rendah. Mereka membutuhkan sentuhan pemerintah daerah. (rekian- radarkediri.id)

Share this          

LOCERET, JP Radar Nganjuk - Cengkih menjadi salah satu komoditas bahan campuran rokok. Sayangnya, kenaikan harga rokok tidak sejalan dengan harga cengkih. Di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, petani cengkih mengeluh karena harganya makin anjlok. Untuk cengkih kering, petani hanya bisa menjual dengan harga Rp 60 ribu per kilogram (kg)-nya.

Seperti yang dialami Yaini, 48, warga Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Menurut dia, turunnya harga cengkih terjadi sejak satu bulan terakhir saat petani mulai panen. Merosotnya harga cengkih sangat tajam. Dari harga Rp 110 ribu per kg kini hanya laku dijual seharga Rp 60 ribu saja. “Turunnya hampir setengah harga dari harga normal,” ucapnya.

Tidak hanya harga cengkih kering, yang basah juga sama sekarang harga 1 kg hanya Rp 17 ribu. Harga standar yang basah bisa sampai Rp 25 ribu per kg. Meski bukan sebagai tanaman utama, cengkih biasanya menjadi penghasilan tambahan. Setidaknya bisa menjadi modal saat bercocok tanam atau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  “Kalau harga turun, pemasukan untuk modal tanam dan kebutuhan sehari-hari jadi berkurang,” bebernya. 

Selama ini petani seperti Yaini mengandalkan cengkih sebagai pemasukan tambahan untuk menanam jagung, bawang atau beberapa orang menggunakan­nya untuk modal tambahan saat menanam padi.

Sayangnya, Yaini tidak terbiasa untuk menyimpan cengkih berlama-lama sambil menunggu harganya naik. Padahal, cengkih ini bisa tahan lama bila simpan. Dia tidak bisa menunda penjualan karena terdesak kebutuhan. “Kalau petani lainnya banyak yang menyimpan sampai harganya naik lagi,” katanya. 

Untuk penjualan, Yaini tidak pernah bingung. Setiap musim panen seperti ini, selalu saja ada tengkulak yang datang mencari cengkih ke desanya. Yang kini menjadi kendala bagi petani cengkih adalah harganya selalu turun setiap kali panen.  “Kalau pemasaran tidak ada masalah,” ucapnya. 

Kepala Dinas Pertanian (Dis­per­tan) Judi Ernanto  mengata­kan, memang saat ini cengkih memasuki rencana panen. Untuk pengendalian harga di tingkat petani, sangat fluktuatif. “Karena sesuai hukum pasar terkait demand dan supply,” ujar Judi.

Dia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan provinsi terkait pengendalian harga. Harapannya, kesejahte­raan petani dapat lebih baik lagi. (rq/baz)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia